Pemuda Lekok yang Nyebur Laut usai Tepergok Mencuri Tak Bisa Berenang

LEKOK – Aksi Ah dan empat temannya hendak mencuri genset di area PT Indonesia Power berujung tragis. Ah warga Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan yang nekat nyemplung laut usai tepergok malah tenggelam.

Kepala Desa Wates Mulyadi menyatakan Ah merupakan warganya. “Iya, benar dia itu warga saya. Menurut keterangan keluarga, dia memang tak bisa berenang,” terangnya.

Menurut sepengetahuan Mulyadi, di Indonesia Power ada proyek yang sudah berjalan hampir 3 tahun. Sekarang ini sudah mau selesai. Kemungkinan, mereka hendak mencari sisa-sisa proyek.

Total ada lima orang yang bersama Ah saat itu. Lainnya adalah Jbd, Jml, Syk dan Hd. Mereka semua warga Desa Wates.

“Kami juga sudah konfirmasi keempatnya. Jadi, saya tahu persis dari mereka langsung (soal kejadian, Red),” katanya. Bahkan, mereka sempat melawan sekuriti hingga datang polisi. Genset yang hendak mereka bawa kabur, sudah berpindah lebih dari 30 meter dari tempat semula.

Genset itu rencananya akan dibawa kabur melintasi pagar setinggi 1,5 meter. Setelah ketahuan, mereka kabur. Jamal dan Ahmad nyebur ke laut. Jamal lolos berenang hingga ke ujung timur sampai daratan. Sedangkan tiga lainnya kabur lewat jalur darat.

Hingga kemarin, petugas Satpolair dan BPBD masih menyisir lautan pesisir Lekok guna mencari keberadaan Ahmad. Kasus dugaan pencurian itu juga tengah ditangani Polsek Lekok. “Ini masih dalam penyelidikan. Kami masih kumpulkan informasi,” kata Kapolsek Lekok AKP Teguh Taviarno.

Pencarian dilakukan melibatkan 110 orang. Dari BPBD, Polair, pihak Indonesia Power, dan warga sekitar juga ikut. Hari ini penyisiran sekitar 50 meter dari daratan. Namun, pencarian kemudian dihentikan pukul 17.00.

“Kami menerima laporan pukul 06.30 pagi. Kemudian langsung datang ke TKP untuk melakukan pencarian,” kata Kasubnit Gakkum Polair Polres Pasuruan Aipda Laswanto.

Pihak PT Indonesia Power sendiri membenarkan insiden itu. Termasuk soal aksi pencurian yang dilakukan kelima remaja tersebut. “Mereka lompat pagar dan akan mengambil genset. Namun, ketahuan petugas keamanan. Sehingga, mereka balik lompat ke pagar, masuk ke laut,” kata Supervisor Senior Humas dan Keamanan Indonesia Power UPJP Perak-Grati M. Hariyanto.

M. Hariyanto menjelaskan, sekitar pukul 18.30 pelaku melompat pagar besi dari samping. Pagar setinggi 2,5 meter dengan kawat berduri di atasnya itu, berada di area PLTGU Grati. Aksi mereka kemudian dipergoki sekuriti. Karena itulah, para pelaku ini berupaya kabur.

Saat kejadian, pagar yang hanya 1 lapis ini dijaga 2 petugas. Setelah mengetahui adanya pencurian, petugas melaporkan temuan itu ke polisi dan TNI yang berjaga di objek vital tersebut.

“Barang yang dibawa adalah aset milik proyek pembangkit blok 3 yang dikerjakan PT Hutama Karya. Setelah tepergok, barangnya ditinggal. Barang buktinya sekarang sudah di Polsek Lekok,” terangnya. Karena yang dirugikan dalam hal ini PT Hutama Karya, maka pelapornya menurut Hariyanto adalah PT Hutama Karya.

“Malam ini sedang proses pelaporan dari teman-teman PT Hutama Karya ke Polsek Lekok. Kami menilai harus ada upaya hukum juga. Karena selama ini memang ada beberapa kali upaya semacam ini (pencurian, Red). Kami pun sudah melakukan pendekatan persuasif agar kehadiran kami di sini juga bisa mendatangkan manfaat. Salah satunya melalui CSR,” jelasnya. (tom/rf)