PW Muhammadiyah Jatim Instruksikan Sekolah Diliburkan

MAYANGAN, Radar Bromo – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur juga menginstruksikan kepada kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur untuk libur selama 1 minggu. Terhitung mulai dari tanggal 16 sampai 21 Maret 2020.

Instruksi ini mencantumkan 8 poin penting yang perlu mendapat perhatian dari kepala sekolah/madrasah. Sejumlah poin penting antara lain meminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan melalui program mitigasi dengan menjaga pola hidup bersih sesuai protokol kesehatan penanganan covid-19 di area pendidikan.

Selain itu, juga menunda atau meniadakan kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa di dalam dan luar ruangan yang berpotensi menjadi media penyebaran covid-19 mulai tanggal 16-21 Maret atau libur.

Sekolah atau madrasah agar mengoordinasikan alternatif pelaksanaan KBM dengan memaksimalkan metode daring atau penugasan terstruktur dengan melibatkan wali murid. Dalam instruksi tersebut juga meminta agar kegiatan sekolah baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan yang melibatkan massa ditunda atau dilaksanakan dengan cara lain secara terbatas menggunakan teknologi informasi (daring). Sedangkan pelaksanaan Ujian nasional/ujian sekolah mengikuti ketentuan dari pemerintah.

Hanafi, kepala MI Muhammadiyah I Kota probolinggo membenarkan adanya surat edaran PW Muhammadiyah tersebut. Terhitung hari ini MI Muhammadiyah I meliburkan siswanya.

“Untuk kelas 1 sampai kelas 5 akan libur dari tanggal 16 sampai 21 Maret 2020. Sedangkan untuk siswa kelas 6 tetap masuk untuk mengikuti ujian sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi harian Jawa Pos Radar Bromo.

“Namun, siswa kelas 1-5 tidak sepenuhnya libur. Tetap akan ada tugas yang akan disampaikan melalui WhatsApp,” tambahnya.

Hanafi menjelaskan, setelah turunnya instruksi tersebut, dirinya menanyakan langsung ke PWM Jatim dan membenarkan edaran tersebut. Surat edaran tersebut kemudian disampaikan kepada guru dan wali murid.

“Ada masukan dari PDM Kota Probolinggo untuk tidak perlu diliburkan, tapi karena terlanjur disampaikan surat tersebut, maka akhirnya tetap libur,” ujarnya.

Namun, Hanafi belum bisa memastikan apakah saat libur tersebut akan ada kegiatan pembersihan atau sterilisasi sekolah.

“Kalau dari Kota (Disdikbud) belum ada instruksi libur sampai hari ini (kemarin-Red),” ujarnya.

Sementara itu, Moch Maskur, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo menjelaskan bahwa instruksi PWM Muhammadiyah Jatim telah diketahui oleh Wali Kota. (put/sid/hn/mie)