Simulasi Susahnya Evakuasi ODGJ dari Banjir Sungai Kedunglarangan

BANGIL, Radar Bromo – Hujan deras yang berlangsung selama tujuh hari, membuat Sungai Kedunglarangan meluap. Luapan air Kedunglarangan membuat sejumlah orang yang berada di sekitaran sungai terseret air.

Tim SAR yang memperoleh informasi, langsung bergerak ke lokasi. Mereka kemudian berusaha menyelamatkan korban. Upaya untuk mengevakuasi korban banjir tak mudah. Apalagi, dari yang hendak dievakuasi itu, ternyata ada yang mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Korban banjir itu meronta-ronta hingga menyulitkan proses penyelamatan oleh tim gabungan. Namun, petugas tim SAR gabungan tak menyerah. Sekuat tenaga, mereka mengevakuasi korban dan menyelamatkan nyawa korban.

Pemandangan tersebut bukanlah hal yang sebenarnya. Karena hanya simulasi untuk kesiapsiagaan ketika terjadi bencana. Giat simulasi yang berlangsung di Sungai Kedunglarangan, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, kemarin (15/1) melibatkan sejumlah unsur.

Mulai dari kepolisian, TNI, Satpol PP, BPBD, Dinkes, Dinsos, Dishub, aparatur desa, relawan, dan unsur lain, termasuk pelajar. Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan mengutarakan, simulasi terpadu kesiapan penanggulangan bencana alam itu dimaksudkan untuk melatih kesigapan dalam menghadapi bencana.

Dengan latihan kesiapsiagaan itu, diharapkan mereka bisa semakin terlatih. Sehingga, tidak canggung dengan apa yang harus dilakukan ketika bencana melanda.

“Kami memang tak mengharapkan bencana datang. Tapi, setidaknya kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk kesiapan dalam menghadapi bencana,” tandasnya.

Rofik –sapaannya- menegaskan, latihan demi latihan memang diperlukan. Karena ketika bencana tiba-tiba melanda, mereka benar-benar mengetahui apa yang harus dilakukan. Sehingga, ketika ada bencana, tidak sampai ada korban jiwa. “Latihan sangat diperlukan. Supaya, benar-benar terlatih ketika ada bencana sesungguhnya,” tambahnya.

Menurut Rofik, latihan tanggap bencana bakal rutin dilakukan. Supaya masyarakat dan unsur terkait bisa memahami langkah yang benar ketika ada bencana melanda. (one/mie)