Jumlah PSK yang Dibawa ke Rumah Singgah Kab Pasuruan Meningkat

PRIGEN, Radar Bromo – Sepanjang tahun 2019 lalu, jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang diamankan ke Rumah Singgah Bina Hati Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan melonjak drastis. Tercatat sepanjang tahun lalu, jumlah PSK yang diasesmen mencapai 133 PSK.

Tri Hadi Sulandjari, kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan, angka PSK yang diasesmen itu jauh meningkat dibanding dua tahun sebelumnya. “Dari jumlah memang cukup tinggi, dibandingkan tahun 2018 lalu. Tercatat di tahun 2018 ada sebanyak 72 yang diasesmen. Sementara di 2019 ada 133 PSK,” terangnya.

Menurut Tri Hadi, tingginya jumlah PSK yang diasesmen itu tak lepas dari kian intensifnya razia yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pasuruan di lapangan. PSK yang dibawa ke rumah singgah berasal dari sejumlah daerah. Mereka mangkal mulai dari kawasan Tretes, Kecamatan Prigen; Karangjati, Pandaan; hingga sejumlah di wilayah timur seperti di Grati dan Nguling.

Usai dilakukan pendataan, para PSK yang dibawa ke rumah singgah langsung diberi pendampingan dengan menghadirkan psikolog. Selain itu, juga diberi siraman rohani sampai tes kesehatan.

Dari pendataan diketahui, hanya 10 persen PSK yang berasal dari Kabupaten Pasuruan. Sisanya dari luar daerah mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, sampai berbagai kota di Jawa Timur.

Dikatakan setelah diasesmen, mayoritas PSK ini dipulangkan ke keluarganya. Jika dari luar daerah, maka akan bekerja sama dengan Dinsos setempat. Termasuk ada juga yang dikirimkan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri untuk diberi keterampilan. Tujuan memberikan keterampilan ini agar PSK memiliki pilihan agar tidak lagi terjun ke prostitusi.

Wahyu Widodo, kasi Pelayanan Rehabilitas Sosial Dinsos mengatakan, untuk PSK yang asal Kabupaten Pasuruan, Dinsos harus datang ke rumah PSK tersebut. Hal itu untuk memastikan mereka kembali ke keluarganya dan tidak kembali mangkal.

“Itu pun kalau sudah di rumah, kami tidak langsung bilang bahwa bekerja sebagai PSK. Nanti, bisa ribut apalagi dia dibawa oleh petugas. Jadi, kami cari alasan lain. Baru ke keluarga tertentu dan secara privat kami sampaian sejujurnya. Dan, semoga nanti bisa benar-benar dipantau dan lebih diperhatikan,” harapnya.

Sedangkan dari luar daerah, Dinsos juga bekerja sama dengan Dinsos setempat dan dipulangkan ke keluarga dengan cara yang sama. Tujuannya, agar PSK ini bisa lebih diperhatikan keluarga dan tidak kembali lagi ke pekerjaan lamanya. (eka/mie)