alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Jumlah Pekerja Berkurang, Retribusi Tenaga Asing Capai Rp 2,45 Miliar

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Sampai tutup tahun 2019, penerimaan retribusi dari tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 2,457 miliar. Jumlah ini sudah melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 2,02 miliar.

Kendati melebih target, namun realisasinya lebih rendah dibanding tahun 2018. Dengan target yang sama di tahun 2018, realisasinya bisa mencapai Rp 2,6 miliar.

Kondisi dipengaruhi juga oleh jumlah TKA. Pada tahun 2018, tercatat ada 156 TKA yang masuk retribusi di Kabupaten Pasuruan. Sementara di tahun 2019 berkurang menjadi 146 TKA.

“Secara realisasi memang ada penurunan dari tahun sebelumnya, namun sebenarnya hal ini bagus. Sebab, berarti jumlah TKA yang ada di Kabupaten Pasuruan menurun. Berarti juga, sudah ada transfer knowledge. Sehingga, diganti pekerja warga Indonesia,” terang Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan Tri Agus Budiharto melalui Kasi Penempatan dan Bursa Kerja Bachtiar Perihatin.

Menurutnya, TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan kebanyakan adalah top manajer. Paling banyak dari Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, sampai Australia.

Pembayaran retribusi sendiri di-handle oleh perusahaan tempat mereka bekerja atau tempat TKA dipekerjakan. Mayoritas TKA ini bekerja di Perusahaan Modal Asing (PMA). Khususnya di kawasan PIER, Beji, sampai daerah Barat. Mulai dari Gempol, Pandaan, sampai Purwosari, Kejayan, dan Rejoso.

Banyaknya PMA di Kabupaten Pasuruan, menurut Bachtiar, mempengaruhi jumlah TKA di Kabupaten Pasuruan. Dan setiap TKA ada retribusi notifikasi yang rutin dibayarkan ke Disnaker setiap bulannya.

“Itu pun tergantung wilayah kerja TKA. Jika TKA bekerja hanya di satu tempat di Kabupaten Pasuruan, baru retribusinya masuk ke Disnaker Kabupaten Pasuruan,” terangnya. (eka/hn/fun)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Sampai tutup tahun 2019, penerimaan retribusi dari tenaga kerja asing (TKA) di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 2,457 miliar. Jumlah ini sudah melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 2,02 miliar.

Kendati melebih target, namun realisasinya lebih rendah dibanding tahun 2018. Dengan target yang sama di tahun 2018, realisasinya bisa mencapai Rp 2,6 miliar.

Kondisi dipengaruhi juga oleh jumlah TKA. Pada tahun 2018, tercatat ada 156 TKA yang masuk retribusi di Kabupaten Pasuruan. Sementara di tahun 2019 berkurang menjadi 146 TKA.

“Secara realisasi memang ada penurunan dari tahun sebelumnya, namun sebenarnya hal ini bagus. Sebab, berarti jumlah TKA yang ada di Kabupaten Pasuruan menurun. Berarti juga, sudah ada transfer knowledge. Sehingga, diganti pekerja warga Indonesia,” terang Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan Tri Agus Budiharto melalui Kasi Penempatan dan Bursa Kerja Bachtiar Perihatin.

Menurutnya, TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan kebanyakan adalah top manajer. Paling banyak dari Tiongkok, Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia, sampai Australia.

Pembayaran retribusi sendiri di-handle oleh perusahaan tempat mereka bekerja atau tempat TKA dipekerjakan. Mayoritas TKA ini bekerja di Perusahaan Modal Asing (PMA). Khususnya di kawasan PIER, Beji, sampai daerah Barat. Mulai dari Gempol, Pandaan, sampai Purwosari, Kejayan, dan Rejoso.

Banyaknya PMA di Kabupaten Pasuruan, menurut Bachtiar, mempengaruhi jumlah TKA di Kabupaten Pasuruan. Dan setiap TKA ada retribusi notifikasi yang rutin dibayarkan ke Disnaker setiap bulannya.

“Itu pun tergantung wilayah kerja TKA. Jika TKA bekerja hanya di satu tempat di Kabupaten Pasuruan, baru retribusinya masuk ke Disnaker Kabupaten Pasuruan,” terangnya. (eka/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/