Dewan Soroti Tumpang Tindih Penyuluhan Narkoba di Dispora Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Penganggaran untuk penyuluhan pencegahan narkoba di Dispora Kabupaten Pasuruan disorot DPRD setempat. Pasalnya, program tersebut dinilai tumpang tindih dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain.

Dewan pun mempertanyakan efektivitas anggaran tersebut. Mengingat, banyak OPD lain yang sudah menganggarkan bahkan dananya lebih besar.

Sorotan tersebut seperti yang dilontarkan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Tri Laksono Adi dalam rapat kerja bersama Dispora Kabupaten Pasuruan, Kamis (14/11). Dalam rapat tersebut, Aan -sapaan akrab Tri Laksono Adi- mempertanyakan pengalokasian dana untuk program penyuluhan bahaya narkoba bagi pemuda.

Mengingat anggaran serupa banyak ditemui di OPD yang lain. “Seperti di Dinas Pendidikan, Dinkes, bahkan Kesbang, anggarannya jauh lebih besar mencapai Rp 300 juta,” kata Aan.

Sementara di Dispora Kabupaten Pasuruan, dialokasikan Rp 100 juta. Ia pun mempertanyakan efektivitas penganggaran tersebut.

“Apakah efektif. Bukankah lebih baik dialihkan untuk program yang lain. Ketimbang tumpang tindih seperti ini,” tanyanya.

Plt Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko mengutarakan, program penyuluhan bahaya narkoba itu memang merupakan program lintas OPD. Karena menjadi perhatian dari pemerintah pusat untuk menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat.

Ia menegaskan, bakal mengomunikasikan dengan OPD yang lain. Langkah tersebut untuk memastikan sasaran yang akan dituju, tidak sama dengan OPD lainnya.

“Ini memang merupakan program lintas OPD. Dan memang dianjurkan pusat. Kami akan komunikasi dengan OPD lain untuk memastikan sasaran yang dituju beda dengan OPD lain,” pungkasnya. (one/mie)