alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Angka Kejadian Kecelakaan Menurun, Tapi Korban Meningkat

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Potensi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, cenderung menurun. Setidaknya tren positif ini terlihat selama dua tahun terakhir.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Achmadi mengatakan, perbandingan angka kecelakaan selama 14 hari dalam Operasi Patuh Semeru 2019 dibanding kegiatan yang sama pada 2018, laka lantas lebih rendah. “Dalam Operasi Patuh tahun ini jumlah kejadian laka lantas ada tujuh. Sedangkan, tahun kemarin sembilan,” ujarnya.

Kendati demikian, jumlah korban jiwa akibat laka lantas selama dua tahun terakhir lebih banyak. Pada 2018, dua korban meninggal dunia, seorang korban luka berat, dan sembilan orang luka ringan. Pada Operasi Patuh Semeru 2019, ada seorang korban jiwa, dua orang luka berat, dan 13 orang luka ringan.

Achmadi menyebut, jumlah korban tersebut dipengaruhi tingkat keparahan kecelakaan itu sendiri. “Tapi, dilihat dari angka, tren laka lantas tahun ini menurun sekitar 22 persen,” ujarnya.

Pihaknya berharap, tren tersebut bisa bertahan. Karenanya, pihaknya menekankan kesadaran pengguna jalan akan keselamatan jiwa saat berlalu lintas. “Karena potensi laka lantas itu terjadi apabila terdapat pelanggaran,” ujar Achmadi.

Di sisi lain, jumlah pelanggaran yang ditemukan selama dua tahun terakhir juga menurun. Dari sebanyak 2.740 pelanggar yang terjaring razia pada Operasi Patuh Semeru 2018, kini menjadi 1.255 pelanggar. “Tren pelanggaran juga menurun sekitar 50 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya. (tom/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Potensi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, cenderung menurun. Setidaknya tren positif ini terlihat selama dua tahun terakhir.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Achmadi mengatakan, perbandingan angka kecelakaan selama 14 hari dalam Operasi Patuh Semeru 2019 dibanding kegiatan yang sama pada 2018, laka lantas lebih rendah. “Dalam Operasi Patuh tahun ini jumlah kejadian laka lantas ada tujuh. Sedangkan, tahun kemarin sembilan,” ujarnya.

Kendati demikian, jumlah korban jiwa akibat laka lantas selama dua tahun terakhir lebih banyak. Pada 2018, dua korban meninggal dunia, seorang korban luka berat, dan sembilan orang luka ringan. Pada Operasi Patuh Semeru 2019, ada seorang korban jiwa, dua orang luka berat, dan 13 orang luka ringan.

Achmadi menyebut, jumlah korban tersebut dipengaruhi tingkat keparahan kecelakaan itu sendiri. “Tapi, dilihat dari angka, tren laka lantas tahun ini menurun sekitar 22 persen,” ujarnya.

Pihaknya berharap, tren tersebut bisa bertahan. Karenanya, pihaknya menekankan kesadaran pengguna jalan akan keselamatan jiwa saat berlalu lintas. “Karena potensi laka lantas itu terjadi apabila terdapat pelanggaran,” ujar Achmadi.

Di sisi lain, jumlah pelanggaran yang ditemukan selama dua tahun terakhir juga menurun. Dari sebanyak 2.740 pelanggar yang terjaring razia pada Operasi Patuh Semeru 2018, kini menjadi 1.255 pelanggar. “Tren pelanggaran juga menurun sekitar 50 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/