Pemkot Probolinggo Bertekad Pertahankan Swasti Saba Wistara Tahun Depan

SAMBUT: Sekda dr. Bambang Agus Suwignyo, M.MKes. (dua dari kiri) menyambut tim verifikasi Kota Sehat didampingi Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, S.Sos., M.Si. dan kepala Dinkes drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIH, Kamis (13/9).

Related Post

Terima Kunjungan Tim Verifikasi Kota Sehat

PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo menerima kunjungan tim verifikasi lapangan Kota Sehat tingkat Provinsi Jawa Timur 2018, Kamis (13/9). Pemkot pun berkomitmen mempertahankan penghargaan Swasti Saba Wistara, tahun depan.

Kedatangan tim ini disambut Wali Kota Probolinggo melalui Sekda dr. Bambang Agus Suwignyo, M.MKes. Selanjutnya, digelar pertemuan koordinasi lintas sektor di ruang pertemuan kantor Bappeda Litbang Pemkot Probolinggo, lantai II.

“Program Kota Sehat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan konsep kota yang bersih, aman, nyaman, dan sehat. Caranya, melalui pengembangan penataan tatanan kawasan yang dicapai secara harmonis antara aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya,” ungkap Sekda dr. Bambang Agus dalam sambutannya.

Untuk mewujudkan Probolinggo sebagai Kota Sehat, lanjut Sekda, tidak mungkin diraih tanpa peran serta dukungan dari stakeholder terkait. Juga penting melibatkan masyarakat dalam mewujudkan Kota Probolinggo Sehat yang diawali dengan terwujudnya lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Begitu pula dari sisi tatanan kawasan. Dari waktu ke waktu terus kami tingkatkan. Seperti halnya tahun 2017, tahun ini Pemkot Probolinggo mengikutkan tujuh tatanan kawasan, tapi lebih luas lagi,” ujar Sekda.

Adapun tujuh tatanan kawasan yang dimaksud adalah tatanan kawasan permukiman; sarana dan prasarana sehat; kehidupan masyarakat sehat yang mandiri; tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi. Lalu, tatanan kawasan industri dan perkantoran sehat; ketahanan pangan dan gizi; kehidupan sosial yang sehat; dan tatanan kawasan pariwisata yang sehat.

Dalam paparannya di hadapan tim verifikasi Kota Sehat tingkat Provinsi, Ketua Forum Kota Sehat Kota Probolinggo Sukardi Mitho menjelaskan tentang perjalanan Kota Probolinggo melaksanakan pendekatan kota Sehat. Menurutnya, komitmen itu dimulai sejak 2004.

Dari Swasti Sabha Padapa (3 tatanan), naik di tahun 2011 meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda hingga tahun 2013. Dan tahun 2015, Pemkot Probolinggo mendapat penghargaan tertinggi Swasti Saba Wistara dengan 6 tatanan.

Di tahun 2017, pemkot menambah 1 tatanan lagi. Yakni, tatanan kawasan wisata sehat, sehingga menjadi 7 tatanan. “Dan, di tahun 2019 ini, kami tetap dengan tujuh tatanan dalam mempertahankan Swasti Saba Wistara,” ungkap Sukardi.

Tim verifikasi tingkat Provinsi Jawa Timur ini, datang sebagai persiapan. Sekaligus melakukan evaluasi dan memberikan masukan, sebelum kedatangan tim verifikasi Kota Sehat tingkat nasional yang dilaksanakan di tahun ganjil.

“Kedatangan kami mengunjungi titik pantau, bukan sekadar menilai. Namun, juga membina dan memberi masukan di masing-masing titik pantau di Kota Probolinggo. Sehingga, ke depannya bisa lebih mengembangkan penataan kawasan,” ucap Edi Basuki, ketua Tim Verifikasi Kota Sehat tingkat Provinsi.

Seperti yang disampaikan oleh kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, M.Qih, maksud kunjungan tersebut adalah bahan evaluasi monitoring dokumen. Sekaligus keserasian kondisi riil di lapangan, sejauh mana pemerintah daerah bersama masyarakat melaksanakan pembangunan dengan pendekatan program Kota Sehat. (*el)

 

FOTO BERSAMA: Evaluasi verifikasi kota sehat tahun 2018 titik pantau di Yayasan Yatim Piatu Nahdlatul Ulama.

 

SOP KESELAMATAN: Selain keserasian kondisi riil di lapangan, tim juga memberi masukan terkait SOP Keselamatan yang masuk dalam monitoring administrasi di PT Probolinggo Intermedia Pers.

 

INCHINERATOR: Tim Verifikasi Kota Sehat Provinsi melihat Liquid Inchinerator di PT Indopherin Jaya.

 

LINTAS SEKTOR: Penyambutan tim verifikasi Kota Sehat tingkat provinsi dilakukan dalam pertemuan koordinasi lintas sektor di Ruang Pertemuan Kantor Bappeda Litbang, lantai II.