alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Dispendik Terima Anugerah Aksara Utama dari Mendikbud

PASURUAN – Upaya Pemkab Pasuruan mengurangi angka buta aksara diapresiasi pemerintah pusat. Karena dinilai berhasil mengurangi angka buta aksara, Pemkab diganjar penghargaan Anugerah Aksara Utama oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan Iswahyudi mengungkapkan, penghargaan ini diserahkan Mendikbud Muhadjir Effendy di Deli Serdang, Sumatera Utara. Penghargaan ini merupakan yang tertinggi dalam keaksaraan.

“Sebelumnya, kami berhasil meraih Anugerah Aksara Madya dan Aksara Pratama. Penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan bupati dan penggiat keaksaraan sehingga buta aksara semakin tuntas,” katanya.

Ditambahkan Iswahyudi, selama ini pemkab selalu bekerja keras dan konsisten dalam penuntasan buta aksara. Tercatat sebanyak 37 ribu orang berhasil dibebaskan dari buta aksara sejak 2013.

Sejumlah program pun berhasil dijalankan dengan baik dalam mewujudkan pengentasan buta aksara di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). Program ini melibatkan seluruh elemen masyarakat seperti pemuda, penggiat literasi, maupun sejumlah ormas.

Ke depannya, pihaknya akan semakin meningkatkan program keaksaraan usaha mandiri di Kabupaten Pasuruan. Tujuannya, masyarakat yang sudah melek aksara bisa bekerja dengan terampil di dunia usaha.

Dalam kesempatan ini, penggiat keaksaraan dan tokoh adat Kabupaten Pasuruan yakni Guru TK asal Kecamatan Lekok, Ummi Kulsum mendapat penghargaan anugerah penggiat aksara. Penghargaan juga diberikan pada tokoh adat Tengger, Edi Prayitno sebagai tokoh adat pendukung pendidikan keaksaraan pada komunitas adat.

“Mudah-mudahan ke depannya, masyarakat yang sudah melek aksara ini mampu berdaya saing dalam dunia usaha sebagai visi dan misi Kabupaten Pasuruan,” ungkap Abah Is -sapan akrabnya-. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU