alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Wali Kota Pasuruan: Terjadi Surplus Anggaran di Tahun 2017

PANGGUNGREJO – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kota Pasuruan untuk APBD 2017 mulai dibahas. Selasa (14/8), pihak eksekutif melakukan penyampaian pengantar nota keuangan dalam sidang paripurna I.

Wali Kota Pasuruan Setiyono menyampaikan, pendapatan daerah terealisasi Rp 842.658.745.331 dari yang direncanakan Rp 860.567.740.107. Dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) Rp 147.981.423.536, dana perimbangan Rp 540.344.889.909 dan lain-lain pendapatan daerah Rp 154.359.431.886.

Sementara pada sisi belanja diketahui realisasi total belanja daerah Rp 819.502.697.452 dari yang direncanakan Rp 995.966.701.668. Belanja daerah ini terdiri dari belanja tidak langsung Rp 327.691.549.959 dan belanja langsung Rp 491.811.147.493.

Sehingga, realisasi pendapatan dan belanja daerah 2017 masih terdapat surplus anggaran Rp 23.183.047.879. Kondisi ini tidak terlepas dari adanya sistem pengendalian internal (SPI) pengelolaan keuangan daerah yang sudah berjalan.

“Posisi keuangan pemerintah kota pasuruan yang berakhir tanggal 31 Desember 2107 sudah disesuaikan dengan standar akuntansi pemerintahan. Artinya, laporan ini sudah disajikan secara wajar,”katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi menjelaskan pihaknya masih belum dapat berkomentar terkait nota pengantar LKPJ APBD 2017 oleh wali kota. Pihaknya masih akan membahas secara detail dengan OPD terkait. (riz/fun)

PANGGUNGREJO – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kota Pasuruan untuk APBD 2017 mulai dibahas. Selasa (14/8), pihak eksekutif melakukan penyampaian pengantar nota keuangan dalam sidang paripurna I.

Wali Kota Pasuruan Setiyono menyampaikan, pendapatan daerah terealisasi Rp 842.658.745.331 dari yang direncanakan Rp 860.567.740.107. Dengan rincian pendapatan asli daerah (PAD) Rp 147.981.423.536, dana perimbangan Rp 540.344.889.909 dan lain-lain pendapatan daerah Rp 154.359.431.886.

Sementara pada sisi belanja diketahui realisasi total belanja daerah Rp 819.502.697.452 dari yang direncanakan Rp 995.966.701.668. Belanja daerah ini terdiri dari belanja tidak langsung Rp 327.691.549.959 dan belanja langsung Rp 491.811.147.493.

Sehingga, realisasi pendapatan dan belanja daerah 2017 masih terdapat surplus anggaran Rp 23.183.047.879. Kondisi ini tidak terlepas dari adanya sistem pengendalian internal (SPI) pengelolaan keuangan daerah yang sudah berjalan.

“Posisi keuangan pemerintah kota pasuruan yang berakhir tanggal 31 Desember 2107 sudah disesuaikan dengan standar akuntansi pemerintahan. Artinya, laporan ini sudah disajikan secara wajar,”katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Abdullah Junaedi menjelaskan pihaknya masih belum dapat berkomentar terkait nota pengantar LKPJ APBD 2017 oleh wali kota. Pihaknya masih akan membahas secara detail dengan OPD terkait. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/