alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Hati-hati, Musim Pancaroba Lebih Rawan Penyebaran Demam Berdarah

KRAKSAAN – Kasus demam berdarah (BD) di Kabupaten Probolinggo mulai menurun. Namun, masyarakat tetap harus lebih waspada. Sebab, di masa pancaroba atau pergantian musim penyakit DB lebih rawan menyebar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kasus penderita DB selama tahun 2019 hingga awal pekan Mei, mencapai 310. Angka itu terus menurun dibanding dengan awal tahun 2019. Dimana, bulan kemarin hanya 20 kasus DB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto mengatakan, kasus DB di wilayahnya mulai berkurang. Namun, masyarakat tetap harus waspada. Karena, saat ini sedang masuk masa pergantian musim atau pancaroba. Dalam kondisi pergantian musim menurutnya, sejumlah penyakit lebih rawan menyebar. Salah satunya kasus DB.

”Demam berdarah Alhamdulillah mulai berkurang. Selama empat bulan lebih di tahun ini, ada 310 kasus demam berdarah,” katanya.

Rinciannya, sejak Januari hingga saat ini tercatat ada 310 kasus DB. Lima penderita DB di antaranya meninggal dunia.”Kasus DB masih ditemukan di rumah sakit atau puskesmas. Tapi jumlahnya tidak sebanyak di awal tahun 2019,” ujarnya.

Menurut Anang, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan rumahnya tidak hanya pas musim hujan atau saat musim kasus DB mulai meningkat. Harus ada kesadaran dari masyarakat, apapun musim dan cuaca, untuk menjaga kebersihan lingkungan.

”Jangan sampai ada genangan air yang menjadi sarang nyamuk dan berkembangnya jentik-jentik nyamuk,” imbaunya. (mas/fun)

KRAKSAAN – Kasus demam berdarah (BD) di Kabupaten Probolinggo mulai menurun. Namun, masyarakat tetap harus lebih waspada. Sebab, di masa pancaroba atau pergantian musim penyakit DB lebih rawan menyebar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kasus penderita DB selama tahun 2019 hingga awal pekan Mei, mencapai 310. Angka itu terus menurun dibanding dengan awal tahun 2019. Dimana, bulan kemarin hanya 20 kasus DB.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Anang Budi Yoelijanto mengatakan, kasus DB di wilayahnya mulai berkurang. Namun, masyarakat tetap harus waspada. Karena, saat ini sedang masuk masa pergantian musim atau pancaroba. Dalam kondisi pergantian musim menurutnya, sejumlah penyakit lebih rawan menyebar. Salah satunya kasus DB.

”Demam berdarah Alhamdulillah mulai berkurang. Selama empat bulan lebih di tahun ini, ada 310 kasus demam berdarah,” katanya.

Rinciannya, sejak Januari hingga saat ini tercatat ada 310 kasus DB. Lima penderita DB di antaranya meninggal dunia.”Kasus DB masih ditemukan di rumah sakit atau puskesmas. Tapi jumlahnya tidak sebanyak di awal tahun 2019,” ujarnya.

Menurut Anang, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan rumahnya tidak hanya pas musim hujan atau saat musim kasus DB mulai meningkat. Harus ada kesadaran dari masyarakat, apapun musim dan cuaca, untuk menjaga kebersihan lingkungan.

”Jangan sampai ada genangan air yang menjadi sarang nyamuk dan berkembangnya jentik-jentik nyamuk,” imbaunya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/