Tahun Ini Tak Mengajukan Bahan Bakar Gas untuk Nelayan

SANDAR: Sejumlah perahu nelayan sandar di perairan Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Sejauh ini masih ada sekitar 100 perahu kecil yang belum beralih ke BBG. (Foto: Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Sejauh ini belum semua nelayan di Kabupaten Pasuruan menggunakan bahan bakar gas (BBG) ketika melaut. Masih tersisa sekitar 100 nelayan. Sebagian besar lainnya sudah menggunakan BBG hasil bantuan dari Pemerintah Pusat.

Namun, tahun ini Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan tidak mengajukan bantuan hibah ke Pemerintah Pusat. Alasannya, sejauh ini belum ada informasi soal adanya bantuan hibah BBG.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alamsyah Supriadi mengatakan, setelah dua tahun sebelumnya Kabupaten Pasuruan selalu mendapatkan kuota hibah BBG, tahun kemarin tidak mendapatkan hibah lagi. “Biasanya informasi diberikan kuota pada pertengahan tahun sampai akhir tahun. Tahun lalu memang tidak ada hibah BBG dari pusat ke Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Alamsyah mengatakan, Hibah BBG dari Pemerintah Pusat sudah diberikan sejak 2017. Saat itu ada 300 nelayan yang mendapatkannnya. Pada 2018, nelayan yang memperoleh bantuan lebih banyak, mencapai 631 orang.

Hibah BBG bertujuan mengganti bahan bakar perahu kecil yang sebelumnya menggunakan premiun beralih ke gas elpiji. Perahu yang menggunakan bahan bakar premium merupakan perahu kecil berukuran di bawah 2 gross tonase. Perahu ini biasanya melaut tidak terlalu jauh atau di sekitar pesisir pantai.

Namun, awal tahun ini Dinas Perikanan sengaja tidak mengajukan hibah BBG ke Pemerintah Pusat. Namun, memilih menunggu informasi dan kuota dari Pemeirntah Pusat. “Jadi, kalau ada hibah nantinya ada permintaan data untuk hibah BBG. Karena belum ada permintaan, kami tidak mengajukan dulu,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini ada sekitar 100 perahu yang belum berganti ke BBG. Harapannya, tahun ini kembali ada hibah BBG, sehingga semua perahu kecil bisa beralih dari premium beralih ke gas elpiji. Sebab, menggunakan BBG dapat menekan biaya operasional melaut. Bahkan, rata-rata bisa lebih hemat separo memakai BBG dibandingkan premium. (eka/rud/fun)