Tahun Depan Penerima Bansos di Kota Pasuruan Bertambah Segini

PURWOREJO, Radar Bromo – Kesejahteraan masyarakat tidak mampu masih mendapat perhatian Pemkot Pasuruan tahun depan. Bahkan, jumlah warga yang bakal menerima bantuan itu direncanakan bertambah. Itu, dikarenakan masih banyak warga dengan kondisi keuangan keluarga tidak mampu, namun belum pernah menerima bantuan dari pemerintah.

Bantuan yang akan diberikan itu yakni berupa uang untuk dibelanjakan kebutuhan natura seperti beras dan telur. Nilai bantuan setiap bulannya sebesar Rp 110 ribu. Tak berbeda dengan bantuan pangan nontunai yang merupakan program Kemensos RI. Hanya saja, bansos pangan ini diberikan melalui APBD Kota Pasuruan.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Hery Dwi Sujatmiko menerangkan, jumlah penerima bansos pangan tahun ini sebanyak 1.286. Mereka dipastikan akan tetap menerima bantuan tahun depan. Tetapi, pihaknya mencatat adanya penerima tambahan sebanyak 464 orang.

“Penerima tambahan itu kami verifikasi dari usulan masing-masing kelurahan. Sehingga, pada 2020 nanti jumlah penerima bansos pangan di Kota Pasuruan sebanyak 1.750,” ungkap Hery.

Penerima dari Kecamatan Panggungrejo terbilang lebih banyak ketimbang di tiga kecamatan lain. Jumlahnya mencapai 826 penerima. Sedangkan, di Purworejo ada 360 penerima. Lalu, 294 penerima di Gadingrejo dan 270 penerima di Bugul Kidul.

Menurutnya, tak semua usulan penerima bansos pangan dapat disetujui. Sebab, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Yang paling utama, penerima harus memiliki identitas kependudukan berupa KTP. Mereka juga harus masuk dalam data penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kelurahan.

“Juga masuk dalam basis data keluarga miskin. Sedangkan, untuk mereka yang sudah tercatat sebagai penerima BPNT, tidak bisa dimasukkan dalam penerima bansos pangan APBD. Tujuannya, agar bantuan ini tersalurkan merata kepada masyarakat tidak mampu,” ujarnya.

Di samping itu, lanjut Hery, pihaknya juga memprioritaskan penerima bansos di masing-masing kelurahan. Sebab, itu berkaitan dengan kekuatan keuangan Pemkot Pasuruan sendiri. Karenanya, warga yang tak ter-cover bansos tahun depan, bisa diusulkan kembali tahun selanjutnya.

“Setiap tahun prosesnya sama. Melalui usulan dari kelurahan, setelah itu siapa yang memenuhi syarat setelah diverifikasi itu yang akan menerima bansos,” pungkasnya. (tom/fun)