Damkar: Lahan Tebu Masih Rawan Terbakar saat Musim Giling

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kebakaran lahan tebu masih kerap terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kebakaran ini kerap terjadi, khususnya ketika masuk musim giling tebu. Dari Januari hingga November, tercatat sebanyak 6 kejadian kebakaran lahan tebu yang telah ditangani Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo.

Inspektur Inspeksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto mengatakan bahwa kebakaran yang mayoritas terjadi ketika masa giling tebu berlangsung. Petugas pemadam kebakaran melakukan tindakan pemadaman ketika mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Dari data yang ada, setidaknya enam kebakaran yang telah ditangani oleh pemadam kebakaran. Kebanyakan terjadi saat musim giling,” ujarnya.

Ada beberapa penyebab terjadinya kebakaran lahan tebu yang terjadi. Salah satu penyebab utamanya adalah kelalaian warga saat membakar sampah yang berada di lokasi dekat perkebunan tebu.

“Dari informasi warga ketika petugas melakukan pemadaman, kebakaran terjadi ketika warga membakar sampah. Saat itu angin berembus kencang, sehingga api merembet ke areal perkebunan,” ujarnya.

Tak hanya itu, ada beberapa kejadian kebakaran yang terjadi karena kelalaian orang tua saat mengawasi anak. Dimana ketika itu anak bermain korek api dekat dengan lahan tebu. Sehingga, api yang masih menyala merembet membakar daun tebu yang kering.

“Kebakaran lahan tebu di Desa Alas Kandang, Kecamatan Besuk, misalnya. Menurut keterangan warga sekitar api berawal dari anak kecil yang bermain korek api kayu yang dilemparkan ke lahan tanaman tebu,” tuturnya.

Dengan beberapa kejadian itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih waspada ketika api meyala. Sehingga, terjadinya kebakaran bisa diantisipasi.

“Jika api sudah menyala, sebaiknya api tersebut jangan ditinggal sampai api benar- benar padam, jangan sampai kelalaian menyebabkan kebakaran,” pungkasnya. (ar/fun)