alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Progres Renovasi Alun-alun Probolinggo Lambat, Ini Saran Wawali Subri

MAYANGAN, Radar Bromo – Progres renovasi Alun-alun Kota Probolinggo dinilai lambat. Agar lebih cepat, Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo Moch. Soufis Subri minta kontraktor menggunakan alat berat.

Saat ini renovasi di alun-alun sampai pada tahap melepas paving. Nah, proses melepas paving ini dilakukan secara manual. Sehingga, progesnya lambat.

Hal ini pun diakui Amin Fredy, kepala Dinas PUPR yang menemani Wawali Subri mengecek proyek renovasi alun-alun, Jumat (13/9). “Memang progres renovasi alun-alun lambat. Ini, masih proses melepas paving dan dilakukan manual,” ujarnya.

Proses melepas paving secara manual ini pun mendapat perhatian dari Wawali dan rombongan. Paving-paving itu, dilepas dengan tangan, kemudian ditumpuk rapi. Setelah itu, paving dipindahkan ke kendaraan dilakukan dengan cara dilempar.

“Seharusnya melepas paving ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat, sehingga lebih cepat. Saat ini program pembangunan Alun-alun baru 5 persen,” terang Amin.

Hal senada diungkapkan Wawali Subri. “Untuk melepas paving ini lebih baik menggunakan alat berat, sehingga lebih cepat. Ini dilepas manual, kemudian ditata. Tapi, dimasukkan ke truk dengan cara dilempar. Lebih baik pakai alat biar cepat,” ujarnya.

Amin menjelaskan, rencananya tembok pinggir alun-alun dibongkar. Sehingga Alun-alun menjadi terbuka, sama seperti sejumlah alun-alun di daerah lain.

“Alun-Alun di Kraksaan, Pasuruan, dan Bangil juga seperti itu. Sehingga tidak terkesan kumuh. Tapi, harapannya jika selesai dibangun masyarakat juga perhatian dalam kebersihannya,” ujarnya.

Selain itu, alun-alun juga akan ditinggikan 80 cm dibandingkan kondisi saat ini. Sebab, di beberapa titik, lokasi alun-alun tergenang saat hujan datang. (put/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Progres renovasi Alun-alun Kota Probolinggo dinilai lambat. Agar lebih cepat, Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo Moch. Soufis Subri minta kontraktor menggunakan alat berat.

Saat ini renovasi di alun-alun sampai pada tahap melepas paving. Nah, proses melepas paving ini dilakukan secara manual. Sehingga, progesnya lambat.

Hal ini pun diakui Amin Fredy, kepala Dinas PUPR yang menemani Wawali Subri mengecek proyek renovasi alun-alun, Jumat (13/9). “Memang progres renovasi alun-alun lambat. Ini, masih proses melepas paving dan dilakukan manual,” ujarnya.

Proses melepas paving secara manual ini pun mendapat perhatian dari Wawali dan rombongan. Paving-paving itu, dilepas dengan tangan, kemudian ditumpuk rapi. Setelah itu, paving dipindahkan ke kendaraan dilakukan dengan cara dilempar.

“Seharusnya melepas paving ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat, sehingga lebih cepat. Saat ini program pembangunan Alun-alun baru 5 persen,” terang Amin.

Hal senada diungkapkan Wawali Subri. “Untuk melepas paving ini lebih baik menggunakan alat berat, sehingga lebih cepat. Ini dilepas manual, kemudian ditata. Tapi, dimasukkan ke truk dengan cara dilempar. Lebih baik pakai alat biar cepat,” ujarnya.

Amin menjelaskan, rencananya tembok pinggir alun-alun dibongkar. Sehingga Alun-alun menjadi terbuka, sama seperti sejumlah alun-alun di daerah lain.

“Alun-Alun di Kraksaan, Pasuruan, dan Bangil juga seperti itu. Sehingga tidak terkesan kumuh. Tapi, harapannya jika selesai dibangun masyarakat juga perhatian dalam kebersihannya,” ujarnya.

Selain itu, alun-alun juga akan ditinggikan 80 cm dibandingkan kondisi saat ini. Sebab, di beberapa titik, lokasi alun-alun tergenang saat hujan datang. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/