alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Sepekan Jelang Idul Adha, Harga Kambing Naik hingga Rp 1 Juta

KANIGARAN – Hari raya kurang sekitar sepekan lagi, harga kambing di Kota Probolinggo mulai naik. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per ekor.

Naiknya harga kambing ini dikarena banyaknya kebutuhan kambing untuk dikurbankan.

Dari informasi yang berhasil di himpun Jawa Pos Radar Bromo, dari sejumlah pedagang hewan kurban menyatakan, harga kambing berusia 2,5 tahun hingga usia 3 tahun kini harganya antara Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor. Sedangkan, harga kambing yang masih berusia 1,5 tahun hingga usia 2 tahun sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per ekor.

Salah seorang pedagang kambing Samsul Arifin, 39, mengatakan, naiknya harga kambing terjadi sejak tiga bulan terakhir. Menurutnya, naiknya harga kambing menjelang Hari Raya Kurban, sudah biasa terjadi setiap tahunnya. “Kalau menjelang Hari Raya Kurban harganya pasti naik. Tapi, harganya tetap tergantung umur dan besar kambingnya,” ujarnya.

Samsul mengatakan, di hari biasa harga kambing paling mahal sekitar Rp 2,5 juta per ekor. Itu pun sudah besar dan berumur 2,5 tahun hingga 3 tahun.

Sedangkan, kambing kecil hanya sekitar Rp 1 juta per ekor. “Yang paling murah saat puasa kemarin. Harganya yang paling kecil sekitar Rp 900 ribu, tapi sekarang Rp 1,5 juta,” ujarnya.

Pernyataan Samsul dibenarkan oleh rekannya, Ribut. Ia mengatakan, kambing yang dijualnya hasil kulakan tiga bulan sebelumnya. Saat itu, harganya murah dan kualitasnya juga masih rendah. “Kambing ini kami beli tiga bulan lalu. Tapi, masih kurus. Saat ini sudah gemuk dan siap jual,” ujarnya.

Selain menjual hewan kurban jenis kambing, Ribut mengaku, juga menjual sapi. Namun, sapinya tak dibawa ke tempat berjualan di pinggir jalan karena membawanya cukup sulit. “Kalau sapi dijual di rumah, tidak dibawa,” ujarnya.

Namun, menurut Ribut, dua minggu menjelang Idul Adha, dagangannya masih sepi. Ia meperkirakan, lapaknya akan ramai tiga hari menjelang hari raya. Sebab, jika masih lama orang masih enggan membeli hewan kurban dan masih sibuk bekerja. “Kalau masih lama jarang. Selama musim kurban ini paling banyak kami bisa menjual sekitar 30-40 ekor,” ujarnya. (sid/rud)

KANIGARAN – Hari raya kurang sekitar sepekan lagi, harga kambing di Kota Probolinggo mulai naik. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per ekor.

Naiknya harga kambing ini dikarena banyaknya kebutuhan kambing untuk dikurbankan.

Dari informasi yang berhasil di himpun Jawa Pos Radar Bromo, dari sejumlah pedagang hewan kurban menyatakan, harga kambing berusia 2,5 tahun hingga usia 3 tahun kini harganya antara Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor. Sedangkan, harga kambing yang masih berusia 1,5 tahun hingga usia 2 tahun sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per ekor.

Salah seorang pedagang kambing Samsul Arifin, 39, mengatakan, naiknya harga kambing terjadi sejak tiga bulan terakhir. Menurutnya, naiknya harga kambing menjelang Hari Raya Kurban, sudah biasa terjadi setiap tahunnya. “Kalau menjelang Hari Raya Kurban harganya pasti naik. Tapi, harganya tetap tergantung umur dan besar kambingnya,” ujarnya.

Samsul mengatakan, di hari biasa harga kambing paling mahal sekitar Rp 2,5 juta per ekor. Itu pun sudah besar dan berumur 2,5 tahun hingga 3 tahun.

Sedangkan, kambing kecil hanya sekitar Rp 1 juta per ekor. “Yang paling murah saat puasa kemarin. Harganya yang paling kecil sekitar Rp 900 ribu, tapi sekarang Rp 1,5 juta,” ujarnya.

Pernyataan Samsul dibenarkan oleh rekannya, Ribut. Ia mengatakan, kambing yang dijualnya hasil kulakan tiga bulan sebelumnya. Saat itu, harganya murah dan kualitasnya juga masih rendah. “Kambing ini kami beli tiga bulan lalu. Tapi, masih kurus. Saat ini sudah gemuk dan siap jual,” ujarnya.

Selain menjual hewan kurban jenis kambing, Ribut mengaku, juga menjual sapi. Namun, sapinya tak dibawa ke tempat berjualan di pinggir jalan karena membawanya cukup sulit. “Kalau sapi dijual di rumah, tidak dibawa,” ujarnya.

Namun, menurut Ribut, dua minggu menjelang Idul Adha, dagangannya masih sepi. Ia meperkirakan, lapaknya akan ramai tiga hari menjelang hari raya. Sebab, jika masih lama orang masih enggan membeli hewan kurban dan masih sibuk bekerja. “Kalau masih lama jarang. Selama musim kurban ini paling banyak kami bisa menjual sekitar 30-40 ekor,” ujarnya. (sid/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/