Petani Krisan di Tutur Panen Tapi Tak Laku, Akhirnya Bunga Dijadikan Pakan Ternak-Pupuk

TUTUR, Radar Bromo – Wabah Covid-19 di Indonesia juga berimbas pada petani bunga krisan di Kecamatan Tutur. Karena tak laku dan tidak ada yang beli, panen krisan petani setempat, menjadi sia-sia. Petani tak bisa panen rupiah, bahkan bunga yang sudah dipanen dijadikan pakan ternak.

Heri Subhan, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tutur mengatakan, sudah lebih dari 3 minggu hasil panen petani krisan di Tutur sudah tidak ada lagi permintaan. “Ssejak wabah Covid-19, panen bunga krisan petani tidak ada lagi yang beli. Sehingga hasil bunga krisan yang dipanen hanya disimpan sampai busuk. Dan kini dipakai pakan hewan ternak,” ujarnya.

MERUGI: Bunga yang kini hanya sebagai pakan ternak oleh petani di Tutur. (Foto: KTNA Tutur for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Tidak adanya permintaan bunga krisan, menjadi alasannya. Ini lantaran kegiatan hotel dan pertemuan sudah tidak ada lagi. Termasuk pernikahan di masyarakat yang biasanya menggunakan bunga krisan sebagai hiasan, sudah dilarang.

“Karena hotel sepi dan pesta dan pernikahan tidak ada, sehingga bunga krisan sama sekali tidak ada permintaan. Bunga yang dipanen semuanya terbuang sia-sia,” ujarnya.

Sebelumnya, harga bunga krisan per tangkainya stabil sepanjang tahun seharga Rp 1.000. Permintaan paling banyak di pasar lokal Pasuruan. Ada pula yangt dikirim hingga ke Surabaya, Malang sampai Bali. Kini karena sepi dan tidak ada lagi permintaan, hasil bunga yang dipanen hanya dijadikan pakan ternak dan juga kompos.

“Petani krisan jelas merugi. Apalagi sebagai petani bunga ini adalah mata pencaharian utama. Sehingga sekarang ya mengandalkan yang lain salah satunya dari ternak, dan itupun tak semuanya,” ujarnya.

Karena tidak tahu wabah Covid-19 ini sampai kapan, saat ini kurang lebih 150 petani bunga krisan di Tutur saat ini tidak ada lagi yang bertanam. Karena takut tidak laku lagi.

“Harapan kami ada perhatian dari pemerintah. Ini lantaran saat ini situasi sulit dan semoga ada bantuan sehingga meringankan beban petani bunga,” harapnya. (eka/fun)