alexametrics
27.6 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Butuh Tambahan Pengeras Suara di Alun-alun Pasuruan

PANGGUNGREJO – Setelah ditatah ulang, Alun-alun Kota Pasuruan semakin menarik perhatian. Saban hari makin banyak warga yang mengunjungi ruang terbuka hijau di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, ini.

Setiap hari ada ribuan pengunjung alun-alun. Belum lagi ketika libur panjang akhir pekan ataupun hari-hari tertentu. Seperi malam Jumat, pengunjung juga banyak dari luar kota yang kebetulan singgah sebelum menuju ke makam Almarhum K.H. Abdul Hamid.

Membeludaknya kunjungan ini menjadi bahan evaluasi Pemkot Pasuruan. Namun, sejauh ini belum ada rencana penambahan personel yang akan ditugaskan di alun-alun. Baik petugas keamanan, kebersihan, dan petugas toilet.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan Rudiyanto mengatakan, ini ada sekitar 20 petugas di alun-alun. Mereka merupakan tenaga harian lepas di lingkungan Pemkot Pasuruan. “Masing-masing bertugas penjagaan, keamanan, kebersihan, dan menjaga toilet,” katanya.

Ia menegaskan, kebutuhan petugas sampai saat ini sudah terpenuhi. Apalagi dengan adanya petugas yang diperbantukan dari instansi lain. Seperti Dishub, Satpol PP, dan Polsek Purworejo. Menurut Rudi, kebutuhan yang bersifat mendesak adanya pengeras suara. “Evaluasi dengan kunjungan yang mencapai ribuan kemarin, petugas kami di lapangan akan difasilitasi dengan pengeras suara,” ujarnya.

Rencananya, pihaknya akan memasang dua unit pengeras suara. Lokasinya di dua titik sisi timur alun-alun. Dengan begitu, petugas dapat menyampaikan pengumuman ataupun pesan khusus kepada pengunjung. “Sifatnya antisipatif, namun tetap dibutuhkan,” ujar Rudi.

Ia mencontohkan, bila ada pengunjung yang kehilangan barang atau sebaliknya jika ada yang menemukan barang pengunjung lain, bisa disampaikan melalui pengeras suara. Pemasangan pengeras suara itu akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Karena hanya pemeliharaan, jadi tidak melalui mekanisme lelang. Yang dibutuhkan hanya dua unit speaker, amplifier, dan mik saja. Kalau dari sisi anggaran, sekitar Rp 4 juta,” ujarnya.

Anggota Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan Sutirta merespons positif upaya Pemkot Pasuruan itu. “Selama untuk kepentingan umum dan itu sifatnya positif. Menurut pandangan saya, upaya ini juga untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung alun-alun,” ujarnya. (tom/fun)

PANGGUNGREJO – Setelah ditatah ulang, Alun-alun Kota Pasuruan semakin menarik perhatian. Saban hari makin banyak warga yang mengunjungi ruang terbuka hijau di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, ini.

Setiap hari ada ribuan pengunjung alun-alun. Belum lagi ketika libur panjang akhir pekan ataupun hari-hari tertentu. Seperi malam Jumat, pengunjung juga banyak dari luar kota yang kebetulan singgah sebelum menuju ke makam Almarhum K.H. Abdul Hamid.

Membeludaknya kunjungan ini menjadi bahan evaluasi Pemkot Pasuruan. Namun, sejauh ini belum ada rencana penambahan personel yang akan ditugaskan di alun-alun. Baik petugas keamanan, kebersihan, dan petugas toilet.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan Rudiyanto mengatakan, ini ada sekitar 20 petugas di alun-alun. Mereka merupakan tenaga harian lepas di lingkungan Pemkot Pasuruan. “Masing-masing bertugas penjagaan, keamanan, kebersihan, dan menjaga toilet,” katanya.

Ia menegaskan, kebutuhan petugas sampai saat ini sudah terpenuhi. Apalagi dengan adanya petugas yang diperbantukan dari instansi lain. Seperti Dishub, Satpol PP, dan Polsek Purworejo. Menurut Rudi, kebutuhan yang bersifat mendesak adanya pengeras suara. “Evaluasi dengan kunjungan yang mencapai ribuan kemarin, petugas kami di lapangan akan difasilitasi dengan pengeras suara,” ujarnya.

Rencananya, pihaknya akan memasang dua unit pengeras suara. Lokasinya di dua titik sisi timur alun-alun. Dengan begitu, petugas dapat menyampaikan pengumuman ataupun pesan khusus kepada pengunjung. “Sifatnya antisipatif, namun tetap dibutuhkan,” ujar Rudi.

Ia mencontohkan, bila ada pengunjung yang kehilangan barang atau sebaliknya jika ada yang menemukan barang pengunjung lain, bisa disampaikan melalui pengeras suara. Pemasangan pengeras suara itu akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Karena hanya pemeliharaan, jadi tidak melalui mekanisme lelang. Yang dibutuhkan hanya dua unit speaker, amplifier, dan mik saja. Kalau dari sisi anggaran, sekitar Rp 4 juta,” ujarnya.

Anggota Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan Sutirta merespons positif upaya Pemkot Pasuruan itu. “Selama untuk kepentingan umum dan itu sifatnya positif. Menurut pandangan saya, upaya ini juga untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung alun-alun,” ujarnya. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/