alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Panen, Harga Garam di Pasuruan Anjlok 300 Per Kg

LEKOK, Radar Bromo – Beberapa hari terakhir, petani tambak garam di Kabupaten Pasuruan memasuki puncak musim panen. Namun, saat panen raya para petani malah dibuat gundah.

Sebab, harga jual garam saat ini anjlok. Harga jual dari petani saat ini di kisaran Rp 280 -300 per kilogramnya. Harga ini anjlok seperempat dari harga panen raya garam tahun 2018 lalu.

Anjloknya harga garam itu seperti yang dikeluhkan oleh Muhammad Amin, 44, petambak garam asal Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Ia mengatakan, anjloknya harga garam sudah terasa sejak pertengahan Oktober lalu saat panen raya.

“Sebenarnya dari awal panen sudah terasa terus menurun. Jika Juli lalu masih Rp 750 per kilonya, pertengahan Oktober kemaarin sudah anjlok hingga Rp 280-300 per kilonya,” terangnya.

Rendahnya harga garam saat panen raya itu jauh berbeda dibandingkan panen raya pada 2018 lalu. Kala itu, harga masih bagus, di kisaran Rp 1.200-1.500 per kilogram. Padahal, untuk kualitas garam sama. Yakni, KP1, namun di tahun ini harga jual memang tidak menguntungkan petambak garam.

Padahal, cuaca di tahun 2019 ini cukup bagus. Namun, sejak puncak panen raya Oktober, harga jual terus anjlok hingga saat ini di kisaran Rp 280-300 per kilogramnya. “Rendahnya harga ini juga karena daerah lain juga panen raya. Sehingga, surplus pasokan garam. Diperparah juga pasokan garam impor masih tinggi. Bahkan, banyak pengepul yang tidak mau membeli garam karena sudah overkuota,” terangnya.

Akibatnya, kendati cuaca masih bagus dan petambak garam terus memproduksi garam, tak semua garam bisa terserap pasar. Kini garam banyak yang disimpan dulu sampai ada yang membeli.

“Harapanya bisa ada perhatian dari pemerintah. Untuk meregulasi garam. Terutama kalau panen raya garam tetap bisa berpihak kepada petambak garam,” terangnya.

Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan membenarkan bahwa saat panen raya garam saat ini, harga garam bisa anjlok hingga Rp 280 – 400 per kilogramnya. “Memang banyak keluhan dari petambak bahwa harga anjlok. Namun, memang harga tergantung mekanisme pasar dimana pasokan tinggi harga jadi anjlok,” terangnya.

Dari Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan sudah mengusulkan ke Pusat agar ada perbaikan regulasi terkait garam. Agar saat panen tidak merugikan petani termasuk harga sampai anjlok. (eka/mie)

LEKOK, Radar Bromo – Beberapa hari terakhir, petani tambak garam di Kabupaten Pasuruan memasuki puncak musim panen. Namun, saat panen raya para petani malah dibuat gundah.

Sebab, harga jual garam saat ini anjlok. Harga jual dari petani saat ini di kisaran Rp 280 -300 per kilogramnya. Harga ini anjlok seperempat dari harga panen raya garam tahun 2018 lalu.

Anjloknya harga garam itu seperti yang dikeluhkan oleh Muhammad Amin, 44, petambak garam asal Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Ia mengatakan, anjloknya harga garam sudah terasa sejak pertengahan Oktober lalu saat panen raya.

“Sebenarnya dari awal panen sudah terasa terus menurun. Jika Juli lalu masih Rp 750 per kilonya, pertengahan Oktober kemaarin sudah anjlok hingga Rp 280-300 per kilonya,” terangnya.

Rendahnya harga garam saat panen raya itu jauh berbeda dibandingkan panen raya pada 2018 lalu. Kala itu, harga masih bagus, di kisaran Rp 1.200-1.500 per kilogram. Padahal, untuk kualitas garam sama. Yakni, KP1, namun di tahun ini harga jual memang tidak menguntungkan petambak garam.

Padahal, cuaca di tahun 2019 ini cukup bagus. Namun, sejak puncak panen raya Oktober, harga jual terus anjlok hingga saat ini di kisaran Rp 280-300 per kilogramnya. “Rendahnya harga ini juga karena daerah lain juga panen raya. Sehingga, surplus pasokan garam. Diperparah juga pasokan garam impor masih tinggi. Bahkan, banyak pengepul yang tidak mau membeli garam karena sudah overkuota,” terangnya.

Akibatnya, kendati cuaca masih bagus dan petambak garam terus memproduksi garam, tak semua garam bisa terserap pasar. Kini garam banyak yang disimpan dulu sampai ada yang membeli.

“Harapanya bisa ada perhatian dari pemerintah. Untuk meregulasi garam. Terutama kalau panen raya garam tetap bisa berpihak kepada petambak garam,” terangnya.

Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan membenarkan bahwa saat panen raya garam saat ini, harga garam bisa anjlok hingga Rp 280 – 400 per kilogramnya. “Memang banyak keluhan dari petambak bahwa harga anjlok. Namun, memang harga tergantung mekanisme pasar dimana pasokan tinggi harga jadi anjlok,” terangnya.

Dari Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan sudah mengusulkan ke Pusat agar ada perbaikan regulasi terkait garam. Agar saat panen tidak merugikan petani termasuk harga sampai anjlok. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/