Kios Pasar Burung Akhirnya Ditempati Pedagang, Ancaman Disperindag Efektif

GEMPOLAncaman Disperindag Kabupaten Pasuruan yang hendak menyegel kios pasar burung, di Desa/Kecamatan Gempol rupanya efektif. Sebab setelah warning keras dilakukan, sejumlah pedagang akhirnya menempati kios mereka. Penyegalan akhirnya urung dilakukan.

Sebelumnya, kios pasar burung di tersebut sempat mangkrak hampir dua tahun lamanya. Ini karena usai pembangunannya di tahun 2016 yang menyedot APBD sebanyak Rp 300 juta, kios sepi lantaran tidak ditempati pedagang. Disperindag pun mengeluarkan peringatan, akan menyegel kios dan bakal memberikan ke pedagang lain, jika tak segeraditempati.

Terlihat dalam pantauan Jawa Pos Radar Bromo, saat mendatangi lokasi pasar burung Gempol Senin siang (12/11). Banyak pedagang yang membuka lapaknya, meski belum semuanya. Kabarnya, para pedagang menempati kios tersebut sekitar sepekan lalu.

“Pedagang yang menempati kios pasar burung ini mulai aktif berjualan sejak pertengahan pekan lalu. Buka pagi dan tutupnya siang hari,” terang Samsul Sadiin, 66, salah seorang pedagang.

Saat ditemui, Samsul menyebut alasan mengapa pedagang belum juga menempati hingga hampir dua tahun berjalan. Menurut Samsul, pedagang menunggu pemasangan rolling dor di 2016 lalu. Kemudian, alasan lain terbentur modal. Sehingga harus menunggu, dan setelah cukup dan terkumpul akhirnya buka atau jualan seperti sekarang.

“Para pedagang menempati kios pasar burung ini sudah sepakat dan komitmen berjualan tiap hari. Meskipun dilapangan tiap harinya masih sepi, maklum sedang mengawali,” ucapnya.

Secara terpisah, mulai operasionalnya kios pasar burung di Gempol ini disambut baik Disperindag Kabupaten Pasuruan. Salah satunya, Plt kabid pasar Budi Hartono yang Senin pagi mendatangi lokasi bersama sejumlah staf lainnya untuk menggelar sidak.

“Pastinya tak hanya senang, tapi juga lega. Sebelumnya lama mangkrak, sekarang sudah buka dan operasional. Tentunya dalam perkembangannya tetap terus kami pantau lho,” ujarnya. (zal/fun)