alexametrics
24C
Probolinggo
Monday, 18 January 2021

Kebakaran di Lereng Argopuro, Titik Api Berkurang 50 Persen

KRUCIL – Kebakaran yang terjadi di Gunung Semen, lereng Gunung Argopuro di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, mulai berkurang. Jumat (12/10), api yang membakar sejak Rabu (10/10) mulai padam. Bahkan, sudah berkurang hingga 50 persen.

Sejumlah upaya dilakukan petugas untuk memadamkan api. Seperti, membuat sekat bakar untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) KLHK Jawa Timur Mamat Ruhimat mengatakan, saat ini kebakaran mulai berkurang 50 persen. Kondisi itu menurutnya, diketahui dari pantauan satelit.

Sejak Gunung Semen terbakar, 11 anggota ditugaskan ke lapangan untuk memadamkan api. Dan, hingga Jumat petugas belum turun. “Kemungkinan mereka belum turun karena masih berupaya membuat sekat bakar,” terangnya.

Sekat bakar sendiri, tidak mudah dibuat petugas. Petugas terkendala semak-semak kering yang cukup tebal. Selain itu, kemiringan lahan yang terbakar juga terjal.

Di sisi lain, menurut Mamat, berkurangnya titik api yang membakar hutan juga dipengaruhi peningkatan cuaca atau suhu yang semakin dingin. Sebelumnya, ada 54 titik api yang terbakar. Namun, tersisa 20 titik.

Api membakar semak-semak yang sangat kering. Sedangkan tegakan cemara gunung aman dari kebakaran. “Api hanya lewat saja,” terang Mamat.

Namun, pihaknya belum memastikan berapa luas lahan yang terdampak kebakaran. Jika mengacu pada kebakaran yang terjadi sebelumnya, dua hari atau lebih kebakaran bisa menghanguskan 10 hektare-20 hektare lahan.

“Kami masih menunggu perkembangan dari petugas di lapangan,” ujar Mamat. Dia berharap, hari ini para petugas ada yang turun untuk memberikan perkembangan.

Kebakaran itu sendiri menurutnya, belum dapat dikatakan gawat darurat. Biasanya kalau gawat darurat, salah satu petugas ada yang turun atau dilaporkan ke Manggali Agni untuk menggunakan helikopter.

Namun, karena biaya yang mahal, maka ada syarat tertentu jika menggunakan helikopter. Yaitu, status kebakarannya gawat darurat. Dan, api yang membakar sangat membahayakan warga sekitar. “Saya berharap api akan mati beberapa hari ke depan,” terangnya. (hil/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU