alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Jadi Desa Tertinggal, Sebagian Warga Desa Ini Belum Nikmati Listrik

KOTAANYAR, Radar Bromo – Masih ada warga yang belum bisa menikmati aliran listrik di Kabupaten Probolinggo. Kondisi ini dialami sebagian warga di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar. Desa yang juga masuk dalam kategori desa tertinggal.

Berdasarkan data Kecamatan Kotaanyar Dalam Angka 2019 yang dipublikasikan BPS Kabupaten Probolinggo, Desa Tambak Ukir terdiri atas empat dusun. Di desa ini, tak ada lembaga TK/RA untuk anak-anak usia dini. Fasilitas kesehatan juga tidak ada.

Mata pencaharian mayoritas penduduknya bertani. Padahal, kondisi mayoritas tanah di wilayah itu kering. Dari 584 hektare luas wilayah yang ada, tanah sawah hanya seluas 16 hektare. Sedangkan sisanya, tanah kering seluas 568 hektare.

Desa Tambak Ukir berada di dataran tinggi. Di sebelah timur, ia berbatasan dengan Desa Kalisari atau Desa Tepos, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo. Sebelah selatan, berbatasan dengan hutan yang dikelola Perhutani.

Kemudian di sebelah barat, berbatasan dengan Desa Blimbing, Kecamatan Pakuniran. Adapun di sebelah utara, berbatasan dengan Desa Curahtemu, Kecamatan Kotaanyar.

Camat Kotaanyar Teguh Prihantoro mengakui kondisi tersebut. Ia menjelaskan, Tambak Ukir memang masih lemah di beberapa sektor yang menjadi ukuran Indeks Desa Membangun (IDM). Yaitu, lemah di indeks ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi/ lingkungan.

“Karena kondisi geografis, desa ini perlu campur tangan. Baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Tenaga medis maupun tenaga pendidik,” katanya.

Karena kondisi geografisnya juga, di desa tersebut sebagian warganya tidak menikmati listrik. Padahal, lokasinya berbatasan langsung dengan Kecamatan Paiton yang menjadi tempat berdirinya PLTU.

“Memang benar sebagian warga belum menikmati listrik. Tetapi banyak yang sudah nyalur listrik satu sama lain. Karena mereka tidak memiliki meteran sendiri,” tuturnya.

Selain IDM yang rendah, akses jalan menuju Tambak Ukir juga sangat memprihatinkan. Jalan yang ada hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat. Jika berpapasan, salah satu kendaraan harus berhenti.

“Roda dua juga begitu. Jadi harus minggir dulu. Karena jalannya satu dan itu desa tujuan bukan transit,” terangnya. (sid/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pengedar Sabu asal Nguling Dibekuk di Lumbang Probolinggo

Johan, 32, warga Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, diciduk Satreskoba Polres Probolinggo.

Berangkat Kerja, Warga Sumberdawesari Grati Tewas Tertabrak Truk

Korban diduga hendak mendahului kendaraan yang di depannya dari sisi kanan, bersamaan itu, ada truk kontainer yang melaju dari arah berlawanan.

CBR Tabrak Pejalan Kaki di Pandaan, Dua Korban Terluka

Dalam kejadian laka lantas ini, posisi pengendara motornya berada di pihak yang kurang menguntungkan.

Ada Gangguan di Ruang Penggilingan Batu Bara, PJB Unit 9 Terbakar

Pemulihan peralatan-peralatan yang rusak yang akan membutuhkan waktu perbaikan selama 3-5 hari.

Angkut 4.840 Liter Solar, Kapal Terbakar di Gili Ketapang  

Saat pemindahan solar menggunakan mesin pompa, diduga mengalami kebocoran selang.