alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

3 Perusahaan Ajukan Penawaran Proyek Lanjutan Pasar Baru Probolinggo

KANIGARAN – Para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Baru, Kota Probolinggo, harus lebih bersabar untuk melihat pasarnya kembali dibangun. Sejauh ini rencana pembangunan pasar dengan anggaran Rp 19 miliar ini baru masuk masa sanggah di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo Andre Nirwana mengatakan, sejauh ini belum ada pemenang lelang untuk pembangunan Pasar Baru. “Prosesnya juga masih di ULP. Kalau yang mendaftar sudah ada. Tapi jumlah berapa, kami tidak tahu karena di ULP,” ujarnya.

Mengenai target penyelesaian lelang ini, Andre mengaku mengikuti jadwal yang disusun ULP. Pihaknya hanya menunggu penetapan pemenang dari ULP. Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Probolinggo mentargetkan pada bulan ini sudah ada pemenangnya.

“Awalnya kami mentargetkan awal Juli. Tapi, kami juga mempertimbangkan OPD lain yang ikut terlibat di sini, seperti ULP. Akhirnya, diperkirakan baru pertengahan Juli bisa ada pemenang lelang untuk konstruksi fisik,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo Amin Fredy, beberapa waktu lalu.

Sedangkan, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkot Probolinggo Ghofur Efendi melalui Kepala ULP Kota Probolinggo Peni menyatakan, proyek Pasar Baru ini masih dalam masa sanggah. “Saat ini masih dalam masa sanggah untuk lelang konstruksi Pasar Baru. Dijadwalkan masa sanggah ini berlangsung sampai 15 Juli 2019,” ujarnya.

Masa sanggah ini dilakukan sejak 9 Juli 2019. Sampai kemarin belum ada sanggahan terhadap perusahaan-perusahaan yang mengikuti lelang untuk konstruksi Pasar Baru. “Masa sanggah ini berlaku untuk perusahaan yang menawarkan,” ujarnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di website Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Probolinggo, belum ada perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang. Dari 55 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta tender, hanya 3 yang mengajukan penawaran. “Informasi dari Pokja, sampai saat ini belum ada sanggahan yang masuk ke Pokja,” ujar Peni.

Pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo ini dianggarkan dari APBD 2019. Dengan nilai pagu paket Rp 19 miliar. Sedangkan, nilai harga perkiraan sendiri Rp 18.930.171.374,40. (put/rud)

KANIGARAN – Para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Baru, Kota Probolinggo, harus lebih bersabar untuk melihat pasarnya kembali dibangun. Sejauh ini rencana pembangunan pasar dengan anggaran Rp 19 miliar ini baru masuk masa sanggah di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo Andre Nirwana mengatakan, sejauh ini belum ada pemenang lelang untuk pembangunan Pasar Baru. “Prosesnya juga masih di ULP. Kalau yang mendaftar sudah ada. Tapi jumlah berapa, kami tidak tahu karena di ULP,” ujarnya.

Mengenai target penyelesaian lelang ini, Andre mengaku mengikuti jadwal yang disusun ULP. Pihaknya hanya menunggu penetapan pemenang dari ULP. Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Probolinggo mentargetkan pada bulan ini sudah ada pemenangnya.

“Awalnya kami mentargetkan awal Juli. Tapi, kami juga mempertimbangkan OPD lain yang ikut terlibat di sini, seperti ULP. Akhirnya, diperkirakan baru pertengahan Juli bisa ada pemenang lelang untuk konstruksi fisik,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Probolinggo Amin Fredy, beberapa waktu lalu.

Sedangkan, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkot Probolinggo Ghofur Efendi melalui Kepala ULP Kota Probolinggo Peni menyatakan, proyek Pasar Baru ini masih dalam masa sanggah. “Saat ini masih dalam masa sanggah untuk lelang konstruksi Pasar Baru. Dijadwalkan masa sanggah ini berlangsung sampai 15 Juli 2019,” ujarnya.

Masa sanggah ini dilakukan sejak 9 Juli 2019. Sampai kemarin belum ada sanggahan terhadap perusahaan-perusahaan yang mengikuti lelang untuk konstruksi Pasar Baru. “Masa sanggah ini berlaku untuk perusahaan yang menawarkan,” ujarnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo di website Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Probolinggo, belum ada perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang. Dari 55 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta tender, hanya 3 yang mengajukan penawaran. “Informasi dari Pokja, sampai saat ini belum ada sanggahan yang masuk ke Pokja,” ujar Peni.

Pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo ini dianggarkan dari APBD 2019. Dengan nilai pagu paket Rp 19 miliar. Sedangkan, nilai harga perkiraan sendiri Rp 18.930.171.374,40. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/