Masuk Ramadan, Pemotongan Sapi di RPH Kab Pasuruan Turun

WONOREJO – Menjelang Ramadan 1440 Hijriah, sempat ada lonjakan jumlah pemotongan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan. Namun, memasuki Ramadan, jumlah pemintaan pemotongan sapi menurun hingga 10 persen. Diprediksi, ramainya pemotongan sapi akan terjadi menjelang Lebaran nanti.

Plt Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan M. Syaifi mengatakan, memasuki Ramadan, jumlah pemotongan sapi pedaging di seluruh RPH Kabupaten Pasuruan terjadi penurunan. Jika sebelumnya rata-rata per hari bisa mencapai 18-21 sapi, saat Ramadan di bawah atau hanya 18 sapi.

“Secara total di 10 RPH Kabupaten Pasuruan, ada penurunan pemotongan sapi hingga 10 persen. Rata-rata saat Ramadan hanya di bawah atau sampai 18 sapi saja yang dipotong per harinya,” ujarnya.

Syaifi mengatakan, penurunan jumlah sapi yang dipotong ini karena masyarakat banyak yang beralih ke lauk lain. Misalnya, ikan ataupun daging ayam yang harganya lebih terjangkau. Apalagi, saat ini harga daging sapi mencapai Rp 105 ribu per kilogram. Inilah yang membuat permintaan daging sapi menurun dan pemotongan di RPH juga menurun.

Menurutnya, sudah bertahun-tahun tren pemotongan sapi saat Ramadan turun. Namun, dikatakan pemotongan akan meningkat lagi menjelang hari raya Idul Fitri. “Khususnya saat H-10 sebelum Lebaran. Dimana banyak masyarakat di Kabupaten Pasuruan yang mempunyai kebiasaan arisan daging dan untuk selamatan. Biasanya ini meningkatkan permintaan pemotongan sapi di RPH juga,” ujarnya.

Menjelang Lebaran, menurut Syaifi, permintaan pemotongan sapi bisa meningkat hingga 10 persen. Jika melihat tren tahun sebelumnya, permintaan pemotongan sapi bisa mencapai 22-25 sekor per hari. (eka/rud)