Kota-Kabupaten Probolinggo Masuk Daerah Rawan Bencana

PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat, ada 29 dari 38 kabupaten-kota di Jawa Timur berisiko tinggi bencana. Hal yang sama juga diperoleh berdasarkan sumber data Indeks Risiko Bencana Indonesia atau IRBI BNPB tahun 2013. Kota dan Kabupaten Probolinggo juga masuk di dalamnya.

Bambang Agus Legowo, kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur saat memberikan sosialisasi beberapa waktu lalu mengungkapkan, risiko bencana di 29 daerah tidaklah sama. Ada daerah yang rawan bencana tanah longsor, banjir, puting beliung, gempa bumi, dan gunung berapi.

Tidak hanya itu, ada juga di daerah yang mengalami bencana kekeringan dan kebakaran hutan. “Setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda. Termasuk, bencana kekeringan,” bebernya.

Data yang dihimpun BPBD menyebutkan, angka bencana 3 tahun belakangan mengalami kenaikan. Pada tahun 2016, dari 2.384 bencana nasional, 16 persen dari total kejadian bencana atau sekitar 386 di antaranya terjadi di Jawa Timur. Pada tahun 2017 naik 18 persen, yakni 413 dari 2.341 bencana. Sementara tahun ini per September, berada di angka 14 persen atau 266 dari 1.876 kejadian.

Jika dipetakan, 29 daerah yang berisiko bencana banjir saat musim hujan di antaranya Surabaya, Mojokerto, Ngawi, Madiun, Lamongan, Tuban, Gresik, Pasuruan, Bondowoso, Sampang, Ponorogo, Pamekasan, dan Bojonegoro. “Banjir yang terjadi biasanya dikarenakan luapan sungai,” terangnya.

Selain itu, ada enam daerah rawan bencana gunung meletus yakni Blitar, Lumajang, Kediri, Malang, Probolinggo, dan Pasuruan. Sedangkan daerah rawan bencana puting beliung meliputi Ponorogo, Situbondo, Sidoarjo, dan Bangkalan.

Kota dan Kabupaten Probolinggo masuk dalam kategori daerah rawan bencana. Kendati demikian, Kepala Pelaksana (kalaksa) BPBD Kota Probolinggo Prijo Djatmiko mengatakan, bahwa di daerah Kota Probolinggo ada 2 potensi bencana. Dua bencana itu harus diwaspadai. Yakni, bencana puting beliung disertai angin kencang dan banjir.

“Itu pun di daerah sekitar perbatasan dengan kabupaten. Lebih lagi akibat angin kencang potensi pohon tumbang juga cukup tinggi. Sehingga, kita bekerja sama dengan dinas terkait untuk lakukan pengeprasan. Termasuk terus memantau kondisi cuaca terkini,” imbuh pria yang akrab disapa Prijo tersebut. (rpd/rf)