alexametrics
28.3 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Nikmatnya Ikan Asap Kedungboto untuk Menu Berbuka

BEJI – Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang ikan di Pasar Ikan Asap Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Selama Ramadan, banyak masyarakat yang ngabuburit sambil membeli ikan asap untuk kebutuhan berbuka puasa.

Pembeli ikan asap ini pun meningkat hingga lipat dua. Salah seorang pedagang, Indahyani, 29, mengatakan, pada Ramadan ini pembeli ikan asap jauh meningkat dibanding hari-hari biasa. Tidak hanya warga Pasuruan, tapi juga dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan Probolinggo.

“Biasanya karena sudah tahu akan pasar ikan asap di Kedungboto. Jadi, saat melintas di Jalur Pantura mampir ke sini sekalian untuk kebutuhan berbuka,” ujar perempuan yang tujuh tahun berjualan ikan asap ini.

Menurutnya, pembeli tidak hanya membeli dalam jumlah 1-2 kilogram. Ada juga yang membeli sampai 10-20 kilogram. Pembeli mulai banyak berdatangan sejak siang dan menjelang buka puasa. Diprediksi pembeli akan makin banyak saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sebab, biasanya mereka membeli sebagai oleh-oleh saat mudik.

Hal senada disampaikan Didin Syahrudin, 33. Menurutnya, ada lebih dari 30 pedagang ikan asap di Desa Kedungboto. Semuanya ramai, terutama saat ngabuburit. “Kalau hari biasa paling laku 20-25 kilogram per hari. Kalau Ramadan bisa sampai 50-70 kilogram ikan asap yang terjual,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan bervariasi. Ikan gurame asap per kilogram dijual Rp40-45 ribu dan Rp25-30 ribu untuk ikan patin. Sedangkan, bandeng asap Rp 45 ribu dan mujair dijual Rp25 ribu per kilogram. “Biasanya pembeli sudah ramai sejak pukul 14.00 dan makin ramai saat menjelang berbuka puasa,” ujarnya. (eka/rud)

BEJI – Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang ikan di Pasar Ikan Asap Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Selama Ramadan, banyak masyarakat yang ngabuburit sambil membeli ikan asap untuk kebutuhan berbuka puasa.

Pembeli ikan asap ini pun meningkat hingga lipat dua. Salah seorang pedagang, Indahyani, 29, mengatakan, pada Ramadan ini pembeli ikan asap jauh meningkat dibanding hari-hari biasa. Tidak hanya warga Pasuruan, tapi juga dari Sidoarjo, Surabaya, Malang, dan Probolinggo.

“Biasanya karena sudah tahu akan pasar ikan asap di Kedungboto. Jadi, saat melintas di Jalur Pantura mampir ke sini sekalian untuk kebutuhan berbuka,” ujar perempuan yang tujuh tahun berjualan ikan asap ini.

Menurutnya, pembeli tidak hanya membeli dalam jumlah 1-2 kilogram. Ada juga yang membeli sampai 10-20 kilogram. Pembeli mulai banyak berdatangan sejak siang dan menjelang buka puasa. Diprediksi pembeli akan makin banyak saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sebab, biasanya mereka membeli sebagai oleh-oleh saat mudik.

Hal senada disampaikan Didin Syahrudin, 33. Menurutnya, ada lebih dari 30 pedagang ikan asap di Desa Kedungboto. Semuanya ramai, terutama saat ngabuburit. “Kalau hari biasa paling laku 20-25 kilogram per hari. Kalau Ramadan bisa sampai 50-70 kilogram ikan asap yang terjual,” ujarnya.

Harga yang ditawarkan bervariasi. Ikan gurame asap per kilogram dijual Rp40-45 ribu dan Rp25-30 ribu untuk ikan patin. Sedangkan, bandeng asap Rp 45 ribu dan mujair dijual Rp25 ribu per kilogram. “Biasanya pembeli sudah ramai sejak pukul 14.00 dan makin ramai saat menjelang berbuka puasa,” ujarnya. (eka/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/