Bayar Pajak Motor Bekas di Samsat Kota Probolinggo Dikeluhkan

MAYANGAN – Proses pembayaran pajak motor di Samsat Kota Probolinggo, membuat sejumlah pemohon resah. Terutama, pemilik motor bekas yang belum balik nama. Sebab, pembayaran pajak motor bekas harus menyertakan foto kopi KTP pemilik motor pertama.

Syarat ini dinilai menyulitkan. Seperti yang diungkapkan M. Slamet, 32, warga Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Dia mengaku repot dengan aturan tersebut.

Sebagai tukang bangunan, Slamet mengaku hanya mampu membeli motor bekas. Tahun kedua setelah pembelian motornya, pajak kendaraan bermotornya habis. Dia pun mengurus pembayaran pajak motor.

Saat itulah, dia diwajibkan membawa fotokopi KTP pemilik motor pertama atau nama yang sesuai dengan STNK yang ada. Slamet pun berusaha memenuhi aturan itu. Namun, dia mengaku kewalahan. Sebab, sudah lebih dari sepekan ia mencari pemiliknya di Pasuruan. Namun, tak kunjung ketemu.

“Bagi kami yang hanya mampu beli motor bekas, tentunya hal itu membingungkan. Akhirnya banyak teman saya yang larinya ke calo. Harapannya bisa membayar pajak motor dan tak perlu repot mencari pemilik motor pertama sesuai dengan STNK,” terang Slamet.

Bahkan menurutnya, banyak temannya yang juga tukang bangunan, enggan membayar pajak motor. Selain karena aturan itu menyulitkan, mereka tak ada uang untuk membayar calo.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi menjelaskan, tertib administrasi sangat diperlukan. Foto kopi KTP pemilik motor pertama menurutnya, memudahkan pencarian jika terlibat kasus.

“Apakah benar motor itu hasil pembelian yang sah, atau motor hasil curian, kita kan tidak tahu. Aturan tersebut dibuat ketika kasus bom Bali. Dari sana diketahui kendaraan yang dipakai itu milik siapa, dan sudah berpindah tangan berapa kali,” terangnya.

Karena itu, dia berharap masyarakat tertib administrasi. Jika membeli kendaraan bekas, maka segera pemutihan atau balik nama. “Tentunya proses balik nama memerlukan KTP pemilik pertama,” pungkasnya. (rpd/hn)