Promosikan Pasar Tiban dan Produk Mebel sebagai Produk Unggulan, Upaya Kelurahan Petahunan Angkat Pelaku UKM

ANEKA PRODUK MEBEL: Lurah Petahunan Imam AH. Zamroni (baju putih) saat berkunjung ke salah satu industri mebel CV Aida Furniture yang menjadi titik pantau Kota Sehat tingkat nasional tahun 2019. (Foto Kelurahan Petahunan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, adalah salah satu kelurahan yang warganya didominasi warga yang berprofesi sebagai perajin mebel. Aneka unit usaha dagang mebel bisa dengan mudah ditemui. Di sisi lain, Pemerintah Kelurahan Petahunan juga menaruh perhatian kepada pengembangan UKM makanan dan minuman lewat Pasar Tiban.

————–

Keberadaan industri mebeler yang berada di Kelurahan Petahunan bukan hanya menjadi jujukan berbagai masyarakat yang ingin memesan produk mebel. Tapi, juga menjadi salah satu titik pantau event yang diikuti Kota Pasuruan. Salah satunya adalah menjadi titik pantau Kota Sehat tingkat nasional di tahun 2019. Adalah CV Aida Furniture yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo. Industri mebel tersebut membuat berbagai produk mebel seperti kursi, meja tamu, meja makan, serta lainnya.

Lurah Petahunan Imam AH. Zamroni mengatakan, pihak kelurahan bersama dinas terkait memberikan pelatihan kepada para perajin mebel untuk menggunakan bahan finishing ramah lingkungan. “Ada berbagai kegiatan pelatihan untuk perajin mebel di sini. Salah satunya pelatihan finishing produk dengan bahan ramah lingkungan,” ujar Imron.

PEMBERDAYAAN EKONOMI: Suasana Pasar Tiban di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo,Kota Pasuruan, yang membawa dampak positif bagi warga. Salah satunya untuk pemberdayaan ekonomi mandiri warga. (Foto Kelurahan Petahunan for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Hal itu diharapkan menjadi nilai lebih bagi produk mebeler Kota Pasuruan dibandingkan kota-kota lainnya. Pelatihan yang diselenggarakan dinas terkait diharapkan juga mampu membantu para perajin dan pemilik industri mebel mempromosikan produk mebelnya. “Ada aneka produk mebel di sini yang bisa dipilih pengunjung dari luar kota. Pelatihan yang diberikan dari dinas terkait kami harapkan juga bermanfaat bagi perajin untuk bisa mempromosikan produk mebelnya,” jelas Imam.

Di sisi lain, Kelurahan Petahunan juga memiliki jujukan wisata baru yakni Pasar Tiban. Pasar Tiban yang buka setiap Sabtu sore dan Minggu pagi beradai di Taman Petahunan, ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati aneka kuliner, wisata andong, dan mainan lainnya. Pasar Tiban sudah berlangsung tiga tahun belakangan dan mendapatkan respons yang bagus dari warga.

DUKUNGAN: Lurah Petahunan Imam AH. Zamroni (lima dari kiri) bersama staf Kelurahan Petahunan memberikan dukungan bagi produk-produk unggulan yang ada. (Foto Kelurahan Petahunan for Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Pasar Tiban memberikan dampak positif dan manfaat baik bagi para pedagang ataupun warga yang ingin membeli. Warga yang datang bisa menikmati jalan-jalan dengan dokar, kemudian bisa membeli aneka makanan dan minuman dengan harga terjangkau di sana,” terang Imam.

Imam menambahkan, ke depannya pihaknya merencanakan akan melakukan penataan pedagang dan menertibkan parkir di sekitar Pasar Tiban. Hal itu diharapkan bisa semakin banyak mengundang warga lain berdatangan ke sana. “Ada rencana penertiban pedagang agar lebih rapi, kemudian karang taruna nanti akan kami kerahkan untuk menata parkirannya,” imbuh Imam.

 

Pacu Semangat Warga Jaga Kebersihan dan Kerindangan Lingkungan

Pemerintah Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, memacu semangat warganya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Lewat partisipasi di Lomba Kampung Hebat dan pemberdayaan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Pemerintah Kelurahan Petahunan memacu warganya untuk mewujudkan misi tersebut.

LOMBA KAMPUNG HEBAT: Lurah Petahunan Imam AH. Zamroni di antara para juri Lomba Kampung Hebat 2019. Lewat Lomba Kampung Hebat, Pemerintah Kelurahan Petahunan berharap akan memacu warga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (Foto Kelurahan Petahunan for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Perhelatan Lomba Kampung Hebat 2019 menjadi salah satu semangat warga Kelurahan Petahunan untuk memperbaiki kondisi lingkungannya. Lewat event tahunan tersebut, Pemerintah Kelurahan Petahunan bersama warganya, saling bersinergi untuk meningkatkan kualitas kebersihan dan kerindangan lingkungan.

“Lomba Kampung Hebat memotivasi keterlibatan warga dan sinergitas dengan kelurahan untuk bergerak bersama-sama memperbaiki kondisi lingkungan agar lebih bersih, sehat, dan asri. Karena tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah saja. Warga pun juga harus ikut memberikan kontribusi dalam membangun kampungnya masing-masing,” ujar Imam AH. Zamroni, lurah Petahunan.

SUBUR: Aneka tanaman sayuran tumbuh subur di KRPL Tulip, Kelurahan Petahunan. KRPL tersebut diharapkan sebagai salah satu penyedia bahan pangan rumah tangga yang berkualitas bergizi, dan beragam. (Foto Kelurahan Petahunan for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Imam melanjutkan, dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama mengonsep program perbaikan lingkungan. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan RT dan RW setempat juga harus ditingkatkan untuk membenahi kondisi lingkungan.

Bentuk perhatian lainnya Pemerintah Kelurahan Petahunan terhadap masalah lingkungan adalah dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk kawasan rumah pangan lestari (KRPL). Pemerintah Kelurahan Petahunan, kata Imam, mendukung pemberdayaan dan pengembangan KRPL Tulip. Menurut Imam, lewat program KRPL pihaknya mendukung upaya agar pekarangan secara intensif bisa dimanfaatkan untuk penyediaan bahan pangan rumah tangga yang bergizi.

“KRPL ini sudah ada sejak dua tahun lalu. Pengelolaannya secara gotong royong yang mana hasil panennya dikembalikan ke warga juga. Ke depannya tentu ada rencana pengembangan KRPL ini,” terang Imam.

Lewat dua program tersebut, Imam berharap ke depannya warga di Kelurahan Petahunan memiliki visi dan misi kuat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. (lel/fun)