Bawaslu Ingin Manfaatkan Eks Gedung PA untuk Kantor

PROBOLINGGO – Bawaslu Kota Probolinggo telah mengkaji pemanfaatan gedung eks Pengadilan Agama (PA) kota sebagai kantor definitif. Sebab, hingga kini Bawaslu belum punya kantor tetap.

“Kami sudah mengkaji beberapa gedung untuk kantor, termasuk aset Pemkot. Namun, kebanyakan aset Pemkot berupa gedung telah dihibahkan ke Provinsi Jawa Timur,” ujar Azam Fikri, ketua Bawaslu Kota Probolinggo.

Di sisi lain, menurutnya, Bawaslu Jatim memastikan, tidak lagi menganggarkan sewa kantor untuk Bawaslu kota. Sedangkan kantor yang digunakan saat ini akan berakhir masa sewanya pada Desember 2018. “Jadi, kami cepat ada kantor definitif yang baru,” ujarnya.

Dan pilihannya, menggunakan gedung eks Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo sebagai kantor definitif. Saat ini, koordinator divisi pengawasan, humas, dan hubungan antarlembaga ini telah menyurati pihak PA. Intinya, mengajukan pemanfaatan gedung eks PA di Jalan Panjaitan sebagai kantor Bawaslu.

“Kami sudah menyurati sejak September. Namun, prosesnya bisa lama karena harus sampai ke Mahkamah Agung,” ujarnya.

Bawaslu melirik kantor eks PA karena lokasinya strategis. Berada di tengah kota dan tidak jauh dari Mako Polres Probolinggo Kota.

“Selain itu, gedung eks PA ini punya ruangan untuk sidang. Ruang untuk sidang ini diperlukan dalam menghadapi perkara yang masuk ke Bawaslu,” lanjutnya.

Sedangkan kantor yang disewa Bawaslu saat ini, tidak punya ruang khusus untuk sidang. Bawaslu pun harus meminjam aula Bakesbangpol jika ada sidang sengketa pelanggaran pemilu. (put/hn)