16 Bacaleg di Kota Pasuruan Dinyatakan Gugur

PASURUAN – Daftar bakal caleg yang ingin melenggang di kursi DPRD Kota Pasuruan berkurang. Belasan bakal caleg dipastikan gugur lantaran tak dapat memenuhi kelengkapan berkas administrasi.

Selain itu, di batas akhir proses perbaikan verifikasi KPU, ada sejumlah partai politik yang mengganti bakal caleg yang diusungnya. Sehingga, mereka yang tak mengganti orang, maka caleg yang diusung berkurang.

PANJANG: Tahap pendaftaran caleg di KPU Kota Pasuruan. Sampai kini KPU masih memverifikasi caleg. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Divisi Teknis Basori Alwi. Ia menyebut, dalam tahap pendaftaran bakal caleg terdapat 364 bakal caleg dari belasan parpol. Namun, ada 16 bakal caleg yang tak memenuhi kekurangan administrasi dalam tahap perbaikan verifikasi.

“Bagi 16 bakal caleg itu, sudah dipastikan gugur demi hukum. Karena mereka tak memenuhi kekurangan administrasi yang diperlukan pada tahap perbaikan verifikasi,” ujarnya.

Basori juga menjelaskan, pihaknya telah menerima beberapa perubahan daftar bakal caleg dari sejumlah parpol. Hingga saat ini, kata Basori, terdapat enam parpol yang mengganti bacaleg-nya. Mereka pun tersebar di empat daerah pemilihan yang ada.

“Ada sembilan bacaleg yang diganti. Mereka berasal dari enam parpol,” kata Basori. Rinciannya, dari Partai Perindo, Partai Gerindra, dan PBB, masing-masing ada dua bacaleg yang diganti. Sedangkan dari Partai Golkar, PPP, dan PAN, masing-masing hanya ada seorang bacaleg yang diganti.

“Kami tidak bisa menjelaskan apa penyebab digantinya bacaleg itu. Karena penggantian bacaleg kan masih menjadi kewenangan parpol,” papar Basori.

Saat ditanya terkait bacaleg petahana yang diganti, Basori menepisnya. Menurutnya, sembilan bacaleg yang diganti itu bukan bacaleg petahana.

Dengan sejumlah perubahan itu, Basori menyebut jumlah bacaleg yang terdaftar saat ini berjumlah 348 orang. Akan tetapi, soal bacaleg yang pernah tersandung kasus korupsi, narkoba, dan pelecehan anak, kata Basori, sampai saat ini belum ditemui.

Kalau potensi bacaleg yang dicoret, tambah Basori, selalu ada. Sebab, KPU pun tidak mungkin mengenali satu per satu rekam jejak bacaleg yang diajukan parpol. “Untuk itu, ada tahap tanggapan masyarakat dengan mengumumkannya di media agar masyarakat dapat memberi tanggapan atau masukannya dengan data yang valid,” jelasnya.

Hari ini, akan diagendakan penyerahan berkas hasil verifikasi kepada belasan parpol yang ada. Selanjutnya, KPU akan menetapkan daftar caleg sementara dan mengumumkannya di media dan silon. (tom/fun)