Butuh 70 Pendamping Tambahan untuk Kelanjutan PKH di Kab Pasuruan

BUTUH LEBIH BANYAK: Pembekalan FDS di Kabupaten Pasuruan oleh pendamping PKH, beberapa waktu lalu. Saat ini dibutuhkan 70 tambahan pendamping PKH. (PKH for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Bertambahnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pasuruan membuat beban pendamping makin berat. Sebab, jumlah pendamping tetap 200 orang.

Hadi Prayitno, koordinator PKH Kabupaten Pasuruan menjelaskan, tahun ini jumlah KPM bertambah 9.109. Sementara jumlah pendamping PKH tetap 200.

Dengan jumlah itu, satu pendamping rata-rata harus mendampingi 500-600 KPM. Padahal, idealnya satu pendamping hanya mendampingi 250-300 KPM.

“Mulai tahun 2018, jumlah KPM yang didampingi masing-masing pendamping PKH sudah tidak ideal. Namun, saat ini beban jumlah pendampingan makin bertambah,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa memaksimalkan tenaga yang ada. Misalnya, melakukan reposisi pendamping ke daerah yang penerimanya cukup tinggi, sehingga ada pemerataan.

Karena kondisi ini, menurutnya, Kabupaten Pasuruan kembali mengusulkan ke Kementerian Sosial untuk menambah tenaga pendamping. Setidaknya, butuh 70 pendamping tambahan untuk membuat pendampingan normal.

“Tahun ini memang ada penerimaan pendamping baru PKH. Namun, di Kabupaten Pasuruan hanya mengganti lima pendamping yang mengundurkan diri. Jadi, jumlahnya tetap 200 pendamping,” terangnya.

Pendamping PKH sendiri fungsinya tidak hanya memantau komponen penerima dan evaluasi setiap triwulan. Tetapi, juga memberikan Family Development System (FDS) atau pendampingan tentang pengembangan keluarga. Seperti mindset cara pengasuhan anak, peningkatan ekonomi, kesehatan dan gizi, perlindungan anak, sampai penanganan disabilitas dan anak. (eka/fun)