Maret, Target Pedagang Kembali Boyongan ke Pasar Kronong

BAKAL KEMBALI DIPINDAH: Para pedagang Pasar Kronong saat menempati penampungan sementara selama Pasar Kronong direvitalisasi. Maret mendatang, para pedagang diminta kembali menempati Pasar Kronong. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Dinas Koperasi, usaha Mikro, Perdagangan dan perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo menargetkan, Maret mendatang, pedagang Pasar Kronong sudah menempati pasar yang telah direhab. Saat ini DKUPP tengah menyempurnakan bangunan Pasar Kronong.

“Kami sudah mengundang Paguyuban Pedagang Pasar Kronong. Rencananya, untuk pemindahan pedagang Pasar Kronong dilakukan Maret,” ujar Gatot Wahyudi, kepala DKUPP Kota Probolinggo saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo.

“Sambil menunggui proses pindahan itu, kami lakukan penyempurnaan untuk bangunan Pasar Kronong. Penyempurnaannya dilakukan melalui program CSR (corporate social responsibility),” tambahnya.

Pembangunan fisik pasar Kronong sendiri telah selesai pada 2019. Pembangunan Pasar Kronong ini telah dilakukan sejak tahun 2017. Namun, tidak selesai karena permasalahan dengan pihak kontraktor.

Pada 2018, dalam APBD 2018, DKUPP tidak menganggarkan pembangunan Pasar Kronong. Saat diajukan pada P-APBD 2018 disarankan oleh Pihak kejaksanaan untuk tidak dilakukan.

Baru pada tahun 2019, DKUPP menganggarkan revitalisasi Pasar Kronong. Dengan anggaran sekitar Rp 700 juta bangunan utama sudah selesai.

“Ini tinggal penyempurnaan seperti pemasangan lantai Pasar Kronong dengan keramik yang kasar agar tidak licin. Kemudian pagar Pasar Kronong, anggaran ini tidak termasuk dalam revitalisasi tahun 2019 kemarin,” ujarnya.

Total pedagang Pasar Kronong yang terdata dalam DKUPP berjumlah 204 pedagang. Selama Pasar Kronong direhab, pedagang pasar direlokasi ke tempat penampungan sementara yang lokasinya tak jauh dari pasar setempat. (put/mie)