alexametrics
30 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Kurang Dua Pekan, Pendapatan Parkir Kurang Rp 300 Juta Lebih

BANGIL – Pemkab Pasuruan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir hingga Rp 9,1 miliar. Tepatnya Rp 9.181.000.000. Hanya saja, target pendapatan tersebut, belum sepenuhnya terealisasi.

Hingga saat ini, pendapatan yang masuk mencapai Rp 8.845.810.000. Padahal, waktu yang tersisa untuk mengejar target parkir tersebut, tinggal beberapa pekan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kabupaten Pasuruan, Abu Hasan menguraikan, pendapatan dari sektor parkir memang ditingkatkan. Hal inilah yang mempengaruhi, pencapaian dari target tersebut belum bisa terpenuhi.

Pada APBD 2018, perolehan dari sektor parkir ditarget Rp 8.972.800.000. Namun, target itu ditambah saat pembahasan P-APBD 2018.

PAD dari sektor parkir ditambah Rp 200 juta. Sehingga, target PAD dari sektor parkir setelah P-APBD 2018 menjadi Rp 9,1 miliar. “Ada kenaikan target yang harus kami kejar setelah P-APBD 2018,” kata Abu Hasan.

Pendapatan tersebut, diperoleh dari berbagai jenis parkir. Selain parkir tepi jalan, juga ada parkir tempat khusus. Dominasi pendapatan paling besar, bersumber dari parkir berlangganan.

Khusus untuk parkir berlangganan, ditargetkan Rp 8,8 miliar, hingga akhir tahun. Sejauh ini, kata Abu Hasan, belum sepenuhnya target tersebut dicapai. Hingga akhir November 2018, pendapatan sektor parkir mencapai Rp 8,8 miliar. Atau kurang Rp 335.190.000.

“Artinya, kami menyisakan tak sampai 4 persen yang harus dikejar,” sampainya.

Dengan waktu yang ada, pihaknya optimis target parkir tersebut bisa tercapai. Khususnya dari parkir berlangganan, yang cenderung mendominasi perolehan pendapatan di sektor perparkiran.

“Masih ada sisa waktu untuk mengejar target tersebut. Kami akan memaksimalkan waktu yang tersedia, sehingga target parkir bisa tercapai,” pungkasnya. (one/fun)

BANGIL – Pemkab Pasuruan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir hingga Rp 9,1 miliar. Tepatnya Rp 9.181.000.000. Hanya saja, target pendapatan tersebut, belum sepenuhnya terealisasi.

Hingga saat ini, pendapatan yang masuk mencapai Rp 8.845.810.000. Padahal, waktu yang tersisa untuk mengejar target parkir tersebut, tinggal beberapa pekan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kabupaten Pasuruan, Abu Hasan menguraikan, pendapatan dari sektor parkir memang ditingkatkan. Hal inilah yang mempengaruhi, pencapaian dari target tersebut belum bisa terpenuhi.

Pada APBD 2018, perolehan dari sektor parkir ditarget Rp 8.972.800.000. Namun, target itu ditambah saat pembahasan P-APBD 2018.

PAD dari sektor parkir ditambah Rp 200 juta. Sehingga, target PAD dari sektor parkir setelah P-APBD 2018 menjadi Rp 9,1 miliar. “Ada kenaikan target yang harus kami kejar setelah P-APBD 2018,” kata Abu Hasan.

Pendapatan tersebut, diperoleh dari berbagai jenis parkir. Selain parkir tepi jalan, juga ada parkir tempat khusus. Dominasi pendapatan paling besar, bersumber dari parkir berlangganan.

Khusus untuk parkir berlangganan, ditargetkan Rp 8,8 miliar, hingga akhir tahun. Sejauh ini, kata Abu Hasan, belum sepenuhnya target tersebut dicapai. Hingga akhir November 2018, pendapatan sektor parkir mencapai Rp 8,8 miliar. Atau kurang Rp 335.190.000.

“Artinya, kami menyisakan tak sampai 4 persen yang harus dikejar,” sampainya.

Dengan waktu yang ada, pihaknya optimis target parkir tersebut bisa tercapai. Khususnya dari parkir berlangganan, yang cenderung mendominasi perolehan pendapatan di sektor perparkiran.

“Masih ada sisa waktu untuk mengejar target tersebut. Kami akan memaksimalkan waktu yang tersedia, sehingga target parkir bisa tercapai,” pungkasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/