As Roda Trailer Patah, Pantura Pajurangan Macet Panjang

MENUMPUK: Sejumlah kendaraan menumpuk di Jalur Pantura, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Rabu siang (10/10). Kemacetan ini dipicu patahnya as roda sebuah truk trailer. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GENDING- Arus lalu lintas di ruas Jalur Pantura, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Rabu siang (10/10) macet panjang. Kemacetan itu dipicu patahnya as roda depan sebuah truk trailer. Sampai sekitar puku 19.30, truk belum berhasil dievakuasi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, truk trailer bernopol L 8042 UU itu melaju dari arah timur. Tak jauh dari pertigaan Desa Pajurangan, sekitar pukul 13.00, mendadak as roda truk yang dikemudikan Agus Jiyan Waluyo, 22, ini patah.

Tak ayal, truk ini mendadak berhenti di tengah jalan, sehinga menimbulkan kemacetan. Sejumlah kendaraan dari timur sempat terhenti total. Sedangkan, kendaraan dari barat tetap berjalan dengan pelan.

Tidak lama kemudian, anggota Satlantas Polres Probolinggo datang dan memberlakukan buka tutup arus lalu lintas. Sedangkan, kendaraan kecil atau sepeda motor dialihkan menggunakan bahu jalan sisi selatan trailer yang mogok. Arus lalu lintas pun sempat terurai, meski padat merayap. Namun, kemacetan panjang tidak dapat dihindari.

Dari lokasi kejadian, kemacetan arus lalu lintas ke timur mencapai sekitar 3 kilometer atau sampai SPBU Desa Klaseman, Kecamatan Gending. Sedangkan, arus kendaraan dari barat juga macet sejauh sekitar 3 kilometer sampai SPBU Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Ipda I Nyoman Harayasa, turun langsung mengurai kemacetan bersama sejumlah anggotanya. Nyoman mengatakan, trailer ini mengalami kerusakan pada as roda. Muatan mesin listrik itu cukup berat, sehingga membuat truk ini repot dievakuasi. “Trailer mengalami kerusakan mulai siang sekitar pukul 13.00. Sampai sekarang (pukul 19.30) masih belum bisa dievakuasi,” katanya, kemarin.

Nyoman mengatakan, truk derek yang didatangkan juga tidak dapat mengevakuasi dengan menarik truk ini ke tepi jalan. Karenanya, jalan satu-satunya mengangkat gandengan trailer dan mengganti bagian kepalanya dengan yang baru. “Pengemudi trailer ini sudah menghubungi perusahaan di Surabaya. Kami berlakukan buka tutup agar tidak terjadi kemacetan total. Sampai saat ini (tadi malam), arus lalu lintas padat merayap,” ujarnya. (mas/rud)