Supaya Tak Monoton, CFD Sultan Agung Perlu Diisi Hal Ini

ANTUSIAS: Pengunjung di CFD Kota Pasuruan menyaksikan musik di panggung, Minggu (9/9) pagi. Agar tak monoton, konsep CFD perlu penyegaran. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO Car free day (CFD) kerja sama antara Pemkot Pasuruan dan Jawa Pos Radar Bromo kembali digelar Minggu (9/9). Pemkot menyebut CFD bakal semakin ditingkatkan untuk memeriahkan kegiatan yang dilaksanakan setiap dua pekan ini.

Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Hardi Utoyo mengungkapkan, CFD selama ini sudah berjalan baik. Masyarakat maupun pedagang kaki lima (PKL) dapat mewujudkan suasana yang kondusif.

Namun, pihaknya berjanji agar CFD tidak monoton. Misalnya, dengan menambah pagelaran budaya Kota Pasuruan dalam CFD. Tujuannya, agar masyarakat memiliki pilihan hiburan di CFD, sekaligus mengenalkan Kota Pasuruan pada warganya.

“Alhamdulillah, pelaksanaan sudah berjalan baik. Cuma kami akan terus memberikan inovasi. Misalnya, menampilkan pagelaran budaya ke depannya,”ungkapnya.

Gelaran CFD sendiri berjalan dengan meriah. Warga mulai memadati lokasi CFD di Jalan Sultan Agung sejak pukul 06.00. Seperti biasa, mereka kembali dihibur dengan senam aerobik. Selain itu, mereka disuguhi penampilan dari Komunitas Low Rider Kota Pasuruan dan penyanyi asal Kota Pasuruan, Maya.

Salah seorang pengunjung CFD, Mahmud berharap, ke depannya Pemkot rutin menyuguhkan hiburan yang lebih baik. Sehingga, masyarakat semakin terhibur saat datang ke pagelaran CFD.

“Saya rutin datang ke CFD bersama keluarga. Alhamdullilah, saya puas. Cuma hiburan yang disuguhkan perlu ditambah,” terangnya. (riz/hn/fun)