Wajibkan Agen Bantuan Pangan Gunakan Beras Bulog, Jika Tidak Bakal Disanksi

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo memberikan ketegasan terkait dengan distribusi Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Sejak September, penyaluran BPNT mengharuskan agen atau e-warong menggunakan beras berasal dari Bulog sebagai penyedia. Bahkan, akan dilakukan pemutusan program pemerintah di mesin EDC agen atau e-warong yang tidak mengindahkan.

Hal ini dijelaskan Koordinator BPNT Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Mustahiqul Hilmi. Menurut Mustahiqul Hilmi, dalam Surat Edaran dari Kementerian Sosial yang telah terbit beberapa bulan lalu menyatakan, perihal Perum Bulog sebagai penyedia komoditas BPNT. Hal ini dipertegas dengan terbitnya Surat Edaran Bupati Kabupaten Probolinggo yang mengharuskan penggunaan beras di Kabupaten Probolinggo.

“Dengan adanya penegasan melalui surat edaran bupati ini, maka beras untuk kebutuhan BPNT diharuskan berasal dari Bulog,” ujarnya.

Untuk mengefektifkan pelaksanaan di lapangan, tim koordinasi BPNT yang terdiri atas Kejaksaan, Kepolisian, Dinas Sosial, dan Bulog telah turun bersama melakukan monitoring ke desa atau agen yang tidak menyalurkan komoditas beras berasal dari Bulog. Kegiatan ini pun dilakukan secara berkala dan rutin.

“Akhir Oktober kemarin ada beberapa desa tidak menggunakan beras dari Bulog ini kami ambil langkah yang tegas dengan menonaktifkan menu program pemerintah di EDC yang telah terpasang sebelumnya,” tuturnya.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan supaya penyaluran beras hanya berada satu pintu yakni beras yang telah disediakan oleh Bulog yang memiliki kualitasnya cukup baik. Kebutuhan beras yang ada disediakan oleh Bulog masih mencukupi kebutuhan seluruh keluarga penerima manfaat.

“Bantuan dari pemerintah ini tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat, jadi perlu dilakukan pengawalan, tak hanya tepat sasaran tapi juga agar tepat guna,” pungkasnya. (ar/fun)