alexametrics
28C
Probolinggo
Sunday, 17 January 2021

Deadline Kurang 42 Hari, Rehab Pasar Banyuanyar Baru 51 Persen

BANYUANYAR-Pengerjaan rehabilitasi Pasar Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, mendapat perhatian serius dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sebab, pengerjaan proyek senilai Rp 1 miliar ini baru mencapai 51 persen. Padahal deadline proyek itu kurang sekitar 42 hari.

Karenanya, Disperindag meminta pelaksana mengebut pengerjaannya. Sesuai kontrak, proyek yang digarap CV Aqso sejak Agustus lalu itu, ditarget rampung pada 20 Desember 2018. Namun, Disperindag meminta akhir bulan ini sudah masuk tahap finishing.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan, pihaknya sudah sering mengingatkan pelaksana rehabilitasi pasar itu memperhatikan waktu penyelesainnya. Kemarin, pihaknya kembali turun dan meminta pelaksana mengebut pengerjaannya. “Hasil monitoring progres pengerjaan rehab Pasar Banyuanyar, sekitar 51 persen. Kami minta sisa pengerjaan yang belum selesai dikebut dan diselesaikan akhir bulan ini,” ujarnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Pasar Banyuanyar direhab di bagian depan. Di atas lahan sepanjang sekitar 100 meter itu akan dibangun sekitar 25 kios dan los berisi sekitar 30 bedak. Puluhan kios itu menghadap ke selatan atau jalan dan di belakangnya berupa los.

Sejumlah bangunan fisik pasar ini sudah rampung. Dinding bagian kios juga sudah dihaluskan. Namun, dinding bagian utara belum rampung diplester. Begitu juga dengan atap bangunan yang direncanakan menggunakan galvalum. Bahkan, lantainya belum tersentuh.

Meski pembangunan pasar ini baru mencapai 51 persen, Mahbub optimistis bisa rampung akhir bulan ini. Dengan catatan, pelaksana mengebut pengerjaannya dengan menambah tenaga kerja atau lembur.

Menurutnya, progres 51 persen itu bagian paling berat. Sebab, sisanya tinggal pemasangan atap dan finishing. Saat atap sudah rampung, progres pengerjaan bisa lebih dari 80 persen. “Kalau secara umum progres rehab pasar tradisional lainnya sudah di atas 50 persen. Kami optimistis penyelesaian rehab akan rampung sesuai waktunya,” ujarnya.

Pelaksana rehabilitasi Pasar Banyuanyar Ahmad mengaku, akan berusaha mengebut pengerjaannya. Ia mengaku, pekerjaannya sempat terkendala proses relokasi pedagang. “Akan kami upayakan untuk dikebut. Entah itu menambah pekerja atau dilembur,” ujarnya.

Tahun ini ada lima pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo yang direhabilitasi. Perbaikan sejumlah pasar itu bersumber dari dana alokasi khusus dan bantuan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

DAK itu digunakan untuk merehab Pasar Sumber Rp 1,3 miliar; Pasar Pajarakan Rp 1 miliar; Pasar Banyuanyar Rp 1 miliar; dan Pasar Krucil Rp 1 miliar. Sedangkan, bantuan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan senilai Rp 5,6 miliar digunakan untuk pembangunan Pasar Bantaran. (mas/rud/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU