Meski Timbulkan Bau, DLH Sebut Kondisi Udara Aman

SIDAK: Tim DPRD Kota Probolinggo dan DLH saat meninjau pabrik pengolahan oli di jalan K.H Genggong yang dilaporkan timbulkan bau tak sedap. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

WONOASIH – Munculnya bau dari PT Berdikari Jaya Bersama (PT BJB) diam-diam juga menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Bahkan, DLH sudah melakukan pengujian baku mutu udara di sekitar lokasi pabrik pengolahan oli bekas ini.

“DLH Kota Probolinggo telah melakukan uji baku mutu udara di dua lokasi. Uji baku mutu ini tanpa sepengetahuan pihak pabrik BJB,” ujar Kepala Bidang Tata dan Penataan Lingkungan DLH Kota Probolinggo Heru Margianto.

Dua lokasi itu, satu berada di Pabrik PT Sumber Taman Keramika Industri (SKI) dan selatan Gudang Bulog. Pengujian ini dilakukan selama 24 jam.

“Hasil pengujian ini menunjukkan kualitas udara di sekitar pabrik BJB masih di bawah batas baku mutu udara. Tapi, kami terus memantai dan mengawasinya. Sebab, kondisinya bisa berubah-ubah,” ujarnya.

Dalam sidak itu, Komisi III DPRD Kota Probolinggo juga melihat tempat penyimpanan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari PT BJB. Tempat penyimpanan ini dalam kondisi tertutup dinding aluminium. Di dalamnya terdapat tumpukan karung yang berisi pasir.

“Ini limbah sisa proses pengolahan oli. Di sini hanya ditempatkan 1 minggu karena ini tempat sementara. Pemusnahannya dilakukan di luar kota,” ujar Kepala Bagian Produksi PT BJB Minkiet.

Sementara itu, Ketua Komisi III Agus Rianto mengingatkan DLH dan pihak PT BJB, jika Pemkot Probolinggo memiliki kewenangan terkait izin penyimpanan limbah B3. “Paling lama seminggu harus diangkat. Baik itu jumlahnya sedikit atau banyak,” ujarnya. (put/rud)