Minim Peminat, Tahun Ini Kabupaten Pasuruan Tak Dapat Kuota Pelatihan ABK

BERBURU: Sejumlah nelayan di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, berlayar mencari ikan. Tahun ini Kabupaten Pasuruan tidak mendapatkan jatah pelatihan SKK. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Minimnya minat nelayan Kabupaten Pasuruan untuk mengikuti pelatihan Surat Keterampilan dan Kecakapan (SKK), membuat tahun ini tidak mendapatkan kuota pelatihan dari Pemerintah Pusat. Namun, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan tetap memberikan pelatihan keselamatan kerja.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alamsyah Supriadi mengatakan, tahun lalu Kementerian Perhubungan memberikan alokasi pelatihan SKK. Banyaknya 600 kuota nelayan di Pasuruan dan sekitarnya. “Sayang dari kuota tersebut, nelayan di sini kurang minat, bahkan yang mendaftar hanya belasan,” ujarnya.

Karenanya, Pemerintah Pusat membatalkan kegiatan tersebut. Alamsyah mengatakan, meski gratis, nelayan yang berminat untuk mengikuti SKK sangat minim. Alasannya, karena durasi pelatihan yang digelar cukup lama, sekitar sepekan. Nelayan merasa berat meninggalkan kegiatan melaut karena mereka harus mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

Karenanya, tahun ini Pemerintah Pusat memberikan kuota lagi untuk Pasuruan. Padahal, menurut Alamsyah, adanya SKK ini sangat penting. Karena nelayan bisa memiliki keterampilan melaut mulai dari keselamatan kerja, bahkan bisa memiliki sertifikat yang diakui untuk menjadi Anak Buah Kapal (ABK) besar.

Sedangkan, dari Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan memberikan pelatihan keselamatan kerja atau basic safety training. Tahun ini untuk pelatihan keselamatan kerja diberikan kepada 60 nelayan di Kabupaten Pasuruan. (eka/rud)