alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Target Tera Disperindag Stagnan, Tahun ini Sama dengan Tahun Lalu

KRAKSAAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo kejar pendapatan asli daerah (PAD) dari tera di bidang metrologi. Saat ini, pihak Disperindag telah mendapatkan sekitar Rp 35 juta dari target tahun ini sebesar Rp 150 juta.

Dian Setyarini, Kepala UPT Metrologi Disperindag kabupaten setempat mengatakan, pihaknya masih baru dalam menangani PAD keguatan tera dan tera ulang tersebut. Pihak pemkab memiliki kewenangan untuk menangani hal itu baru pada 2018 lalu.

“Ini tahun kedua kami menangani kegiatan tera dan tera ulang ini. Itu karena setelah pihak provinsi memberikan kewenangan itu kepada pihak pemkab,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/5) siang.

Menurut perempuan yang akrab disapa Rini itu, target tera tahun ini sama dengan tahun kemarin. Yaitu sekitar Rp 150 juta. Jumlahnya memang tidak terlalu besar dengan daerah tetangga seperti halnya Pasuruan. “Memang sedikit. Tahun lalu itu kami target sama tetapi realisasinya hanya sekitar Rp 80 juta,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selain kurangnya SDM juga banyak kendala dalam pelaksanaan tera dilapangan. Yaitu perihal pengawasan. Sebab, rata-rata para pemilik alat ukur itu ketika tidak diawasi, mereka enggan membayar. Sehingga, menjadikan target tidak terpenuhi.

“Dilemanya disitu. Petugas tera kami ini hanya sedikit. Jadi tidak bisa melakukan pengawasan dan penarikan sekaligus. Beda dengan yang dulu ditangani oleh provinsi. Mereka bisa melakukan pengawasan karena petugasnya banyak,” katanya.

Meskipun demikian, ia berharap untuk tahun ini target bisa terpenuhi. Pihaknya akan melakukan upaya kerja maksimal untuk mewujudkan hal itu. Sehingga, pada tahun kedua pendapatan dari tera dan tera ulang ini bisa maksimal.

“Semoga saja. Kami masih berupaya untuk melakukan pemenuhan target. Kami belajar dari yang lalu bagaimana caranya agar target itu bisa terpenuhi,” jelasnya. (sid/fun)

KRAKSAAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo kejar pendapatan asli daerah (PAD) dari tera di bidang metrologi. Saat ini, pihak Disperindag telah mendapatkan sekitar Rp 35 juta dari target tahun ini sebesar Rp 150 juta.

Dian Setyarini, Kepala UPT Metrologi Disperindag kabupaten setempat mengatakan, pihaknya masih baru dalam menangani PAD keguatan tera dan tera ulang tersebut. Pihak pemkab memiliki kewenangan untuk menangani hal itu baru pada 2018 lalu.

“Ini tahun kedua kami menangani kegiatan tera dan tera ulang ini. Itu karena setelah pihak provinsi memberikan kewenangan itu kepada pihak pemkab,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/5) siang.

Menurut perempuan yang akrab disapa Rini itu, target tera tahun ini sama dengan tahun kemarin. Yaitu sekitar Rp 150 juta. Jumlahnya memang tidak terlalu besar dengan daerah tetangga seperti halnya Pasuruan. “Memang sedikit. Tahun lalu itu kami target sama tetapi realisasinya hanya sekitar Rp 80 juta,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selain kurangnya SDM juga banyak kendala dalam pelaksanaan tera dilapangan. Yaitu perihal pengawasan. Sebab, rata-rata para pemilik alat ukur itu ketika tidak diawasi, mereka enggan membayar. Sehingga, menjadikan target tidak terpenuhi.

“Dilemanya disitu. Petugas tera kami ini hanya sedikit. Jadi tidak bisa melakukan pengawasan dan penarikan sekaligus. Beda dengan yang dulu ditangani oleh provinsi. Mereka bisa melakukan pengawasan karena petugasnya banyak,” katanya.

Meskipun demikian, ia berharap untuk tahun ini target bisa terpenuhi. Pihaknya akan melakukan upaya kerja maksimal untuk mewujudkan hal itu. Sehingga, pada tahun kedua pendapatan dari tera dan tera ulang ini bisa maksimal.

“Semoga saja. Kami masih berupaya untuk melakukan pemenuhan target. Kami belajar dari yang lalu bagaimana caranya agar target itu bisa terpenuhi,” jelasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/