Begini Trik Petani Bawang Dringu Akali Harga Murah

DRINGU – Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo tak kunjung naik, hingga kini. Petani bawang pun mengantisipasi kondisi ini dengan mengolah bawang menjadi produk siap konsumsi. Yaitu, bawang goreng.

Seperti yang dilakukan para petani di Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Mereka membuat bawang merah menjadi bawang goreng. Dengan harapan, bisa meminimalisasi kerugian akibat harga bawang yang rendah.

Riko Wibowo adalah salah satunya. Dia mengaku, saat ini harga bawang Rp 5.000 – Rp 9.000 per kilogram. Dengan harga seperti itu, dia pun terancam rugi. Agar tidak rugi, Riko mengolah hasil panen bawang miliknya menjadi bawang goreng.

“Harga jual bawang saat ini sangat tidak menguntungkan bagi petani. Karena itu, kami harus berinovasi,” katanya, Minggu (7/10).

Dengan mengubah bawang menjadi bawang goreng, menurut Riko, petani bawang pun lebih untung. Sebab, harga satu plastik yang dikemas agak besar bisa sampai Rp 40 ribu.

“Harga Rp 40 ribu itu kami rasa sudah pas. Hitungannya pas tidak rugi. Bahkan untung. Jadi, bisa menutup kerugian akibat harga bawang mentah yang rendah,” lanjutnya.

Rahmat, 30, petani bawang lainnya, melakukan hal yang sama. Rahmat pun mengaku, bisa mendapat untung dari situ.

“Memang saat harga bawang merah rendah, petani harus pintar memutar otak. Salah satu caranya dengan mengolah jadi bawang goreng,” terangnya.

Sebab, jika memaksa untuk menjual bawang mentah, petani justru rugi. Sementara saat diolah menjadi bawang goreng, petani bisa mendapat untung.

“Solusinya ya dua itu. Jika memaksa dijual mentah, ya ditunda hingga harga tinggi. Tetapi, jika ingin cepat laku dan tidak rugi maka dibuatlah bawang goreng,” tandasnya. (sid/hn)