Sinergikan CSR dengan Program Pemerintah, Ini yang Dilakukan Pemkab Probolinggo

PROBOLINGGO – Keberadaan CSR perusahaan selama ini tidak semua selaras dengan program pemerintah. Karena itu, Selasa (7/5), Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari tancap gas gelar rapat koordinasi (rakor) sinergikan CSR.

Salah satunya, CSR PT Pomi Paiton berupa LPK (lemba pendidikan dan pelatihan kerja). Dimana, Pemkab Probolinggo berencana untuk memaksimalkan LPK tersebut sebagai pelatihan masyarakat.

Hal itu disampaikan Tutug Edi Utomo selaku Plt Kadis Kominfo Kabupaten Probolinggo. Saat dikonfirmasi, Tutug membenarkan adanya rakor terbatas. Dimana, rakor yang dipimpin langsung Bupati, dihadiri Bambang Jiwantoro selaku dari PT Pomi Paiton.

Tutug menjelaskan, dalam pertemuan itu, telah disepakati untuk sinergisitaskan CSR perusahaan dengan pogram pemerintah. Seperti LPK PT Ipmomi, ternyata dibutuhkan oleh beberapa OPD (organisasi perangkat daerah). Karena LPK Ipmomi itu cukup lengkap. Selain itu, pelatihan kerja yang ada kebanyakan dibutuhkan para pelaku usaha.

”Sudah disepakati, pemerintah bisa menghadirkan warga atau peserta pelatihan ke tempat LPK PT Pomi. Atau kami yang meminta pada PT Pomi untuk mengirim tenaga pengajar ke dinas,” terangnya.

Sementara itu, Bambang Jiwantoro selaku Manager Community adan Humas Resources (CHR) PT Pomi Paiton mengatakan, pihaknya mendirikan LPK atau sejenis BLK. Dimana, LPK itu memberikan pelatihan teknis dan non teknis. Mulai dari teknis pelatihan las dan kerja metal. ”Non teknis, ada pelatihan kewirausahaan, dan mendorong tumbuhnya UKM,” katnaya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarni.

Pihaknya sendiri sangat menyambut baik jika ada keinginan dari pemerintah untuk sinergi. Karena tujuan dirikan LPK memberikan manfaat bagi masyarakat. Mendapatkan keterampilan lebih dan bisa dipakai kerja atau usaha. ”Jika ada pogram bareng dengan Pemkab, kami sambut baik. Bagaimana diselenggarakan dengan OPD terkait,” terangnya. (mas/fun)