Selama Ramadan, Pedagang Boleh Jual Mamin asal Tertutup

PASURUAN – Memasuki Ramadan 1440 Hijriah, para pedagang makanan dan minuman (mamin) di Kota Pasuruan dan Probolinggo tak bisa bebas berjualan di siang hari. Mereka boleh berjualan hanya bila memasang tirai atau berjualan secara tertutup.

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pasuruan Fendy Krisdiono mengatakan, Jumat (3/5) lalu, pihaknya melakukan pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan.

Hasilnya, selama Ramadan, pengusaha mamin tetap diperbolehkan berjualan. Namun, harus tetap menghormati orang yang sedang berpuasa. Saat siang, mereka harus berjualan secara tertutup.

“Usaha mamin, baik itu kafe, warung, maupun restoran diperbolehkan buka. Dengan catatan harus menghormati yang bepuasa. Mereka boleh berjualan di siang hari dengan catatan harus tertutup dari luar. Misalnya menggunakan tirai,” ujarnya.

Jika ada pengusaha mamin yang melanggar, Fendy memastikan akan ditindak sesuai Perda Nomor 34/2011 tentang Pengaturan Membuka Kegiatan Usaha Jasa Pangan di Bulan Ramadan. Penindakan akan dilakukan oleh Satpol PP.

“Kalau ada yang melanggar, misalnya membuka usaha mamin secara terang-terangan dan tanpa dilengkapi penutup saat siang hari, tentu akan ditindak sesuai Perda. Kalau malam silakan boleh secara bebas,” ujarnya.

Imbauan serupa dikeluarkan Pemkot Probolinggo. Imbauan itu diatur dalam Surat Edaran Pemkot Probolinggo bernomor 451/1453/425.013/2019. “Surat edaran itu sifatnya imbauan kepada pedagang untuk menjual makanan-minuman mulai pukul 16.00. Untuk tutupnya dibebaskan sampai imsak,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Subagyo.

Namun, Subagyo mempersilakan pemilik warung atau rumah makan yang ingin tetap beroperasi di siang hari. Namun, harus menggunakan tabir atau penutup. Sehingga, menghalangi pandangan orang ke dalam warung. “Bisa pakai tabir asalkan tetap menghormati orang yang berpuasa. Terutama untuk warung dan rumah makan,” ujarnya.

Subagyo menambahkan, khusus PKL di depan alun-alun, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, tetap disarankan agar buka pada pukul 16.00. Alasannya, lokasi mereka terbuka. Sehingga, meski memakai tabir tetap masih bisa terlihat oleh masyarakat. (riz/put/rud)