Dinkes Kota Pasuruan: Temuan DBD Naik Lipat Dua

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, penyebaran virus DBD pada musim hujan seperti saat ini cukup rawan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengungkapkan, jumlah penemuan DBD di Kota Pasuruan meningkat. Jika pada 2018 lalu, Dinkes hanya menemukan 47 kasus DBD, namun tahun ini meningkat menjadi 89 kasus.

Ia menyebut, kenaikan temuan DBD ini disebabkan karena kesadaran masyarakat yang masih rendah. Dinkes masih menemukan ada masyarakat yang kurang peduli pada kebersihan rumah dan lingkungannya.

“Tahun lalu memang ada kenaikan temuan. Hampir dua kali lipat dari tahun 2018. Cuma semua bisa terobati dan tidak ada yang sampai meninggal dunia,” ungkapnya.

Shierly menjelaskan, pihaknya terus berupaya mengurangi temuan kasus DBD tiap tahun. Di antaranya dengan program satu rumah satu juru pengawas jentik (jumantik). Jumantik ini bertanggung jawab mengawasasi jentik di setiap rumah.

Selain itu, pihaknya memaksimalkan program 3 M+ yakni menguras, membuang, mengubur, dan menabur. Sehingga, virus DBD bisa diputus mata rantainya dan tidak berkembang biak.

Shierly menjelaskan, dari catatan Dinkes, ada 10 kelurahan yang dinyatakan masuk kelurahan endemis DBD. Yakni, Kelurahan Karangketug dan Krapyakrejo di Kecamatan Gadingrejo; Kelurahan Sekargadung, Purutrejo, dan Purworejo di Kecamatan Purworejo.

Lalu, kelurahan Blandongan, Bakalan, dan Bugul Kidul di Kecamatan Bugul Kidul serta Kelurahan Petamanan dan Pekuncen di Kecamatan Panggungrejo. Sementara, tiga kelurahan yang sudah bebas adalah Kelurahan Tambaan, Mandaranrejo, dan Kelurahan Panggungrejo di Kecamatan Panggungrejo.

Menurutnya, DBD disebabkan oleh jentik nyamuk Aedes aegypti. Tanda-tanda penderitanya bisa dikenali dengan gejala panas tinggi antara 3-7 hari, ada bintik-bintik di kulit, kadang ada mimisan, dan sampai menyebabkan pendarahan dari hidung dan gusi.

Jika sampai terlambat penanganannya, penderita bisa jatuh dalam stadium shock (dengue strong shock) dan ini dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya sebab adanya kebocoran pada plasma atau pembuluh darah.

“Jika ada gejala panas sehari jangan sampai diabaikan. Jangan biarkan ada genangan air. Sebab, bisa jadi tempat berkembang jentik nyamuk,” ungkap Shierly. (riz/fun)