alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Hamid, Ini Pesan Ketum PBNU

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah memadati Haul KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar ke-38, Rabu (6/11). Jamaah bahkan meluber memenuhi jalan raya hingga rumah-rumah warga.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, seluruh gang di sekitar Pondok Pesantren Salafiyah, Kelurahan Kebonsari, Kota Pasuruan, sudah dipenuhi jamaah sejak pagi hari. Rangkaian acara haul sendiri dimulai sekitar pukul 07.30.

Jamaah juga memenuhi Masjid Agung An-Anwar dan menyemut di seluruh ruang yang ada di Alun-alun Kota Pasuruan. Ada pula yang menggelar tikar di sepanjang Jalan Niaga, Wahid Hasyim, dan Jalan WR Supratman.

Sejumlah ulama hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj; Wakil Katib PB NU KH Abdul Ghofur Maimoen Zubair; Rois Suriah PB NU KH Baha’udin Nursalim; serta KH Ali Masyhuri.

Tampak pula sejumlah pejabat seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah; Bupati Banyuwangi Azwar Anas; dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Juga Sekda Kota Pasuruan Bahrul Ulum yang didampingi pejabat Forkopimda. Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf juga terlihat hadir.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah KH Idris Hamid menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir. Menurutnya, banyaknya jumlah jamaah yang hadir di luar dugaan. Ia berharap sosok Kiai Hamid dapat menjadi teladan bagi jamaah.

Ia menyebut, haul itu digelar dengan dua tujuan penting. Pertama, sebagai sarana dakwah Islamiyah. “Mengisi kehidupan dengan amar ma’ruf nahi munkar,” ujarnya.

Kedua, untuk terus belajar atau mengaji. “Tentu kita semua mendapatkan hikmah yang luar biasa banyak atas bacaan-bacaan positif tadi,” tambahnya.

KH Said Aqil Siradj menegaskan jika Indonesia saat ini memiliki modal berupa kapital intelektual. Yang dimaksud yakni ulama-ulama muda yang diharapkan dapat memegang estafet perjuangan ulama terdahulu.

“Kiai Idris ini mendapat estafet dari Kiai Hamid untuk meneruskan perjuangan dan cita-citanya. Semoga kita semua mendapat barokah dan syafaat dari Rasulullah sallalluhu alaihi wasallam,” tuturnya.

Salah seorang jamaah asal Mojokerto, Nafisah mengaku berangkat sejak pagi hari agar bisa mengikuti haul tersebut. “Setelah salat Subuh saya berangkat naik bus, suami naik motor. Tahun kemarin juga seperti ini,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan Abdul Wahab, jamaah asal Malang. Ia bersyukur bisa kembali hadir dalam haul ulama karismatis itu. “Alhamdulillah, setiap tahun masih diberi kesempatan untuk hadir dalam haul Mbah Hamid,” tandasnya. (tom/mie)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah memadati Haul KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar ke-38, Rabu (6/11). Jamaah bahkan meluber memenuhi jalan raya hingga rumah-rumah warga.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, seluruh gang di sekitar Pondok Pesantren Salafiyah, Kelurahan Kebonsari, Kota Pasuruan, sudah dipenuhi jamaah sejak pagi hari. Rangkaian acara haul sendiri dimulai sekitar pukul 07.30.

Jamaah juga memenuhi Masjid Agung An-Anwar dan menyemut di seluruh ruang yang ada di Alun-alun Kota Pasuruan. Ada pula yang menggelar tikar di sepanjang Jalan Niaga, Wahid Hasyim, dan Jalan WR Supratman.

Sejumlah ulama hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj; Wakil Katib PB NU KH Abdul Ghofur Maimoen Zubair; Rois Suriah PB NU KH Baha’udin Nursalim; serta KH Ali Masyhuri.

Tampak pula sejumlah pejabat seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah; Bupati Banyuwangi Azwar Anas; dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Juga Sekda Kota Pasuruan Bahrul Ulum yang didampingi pejabat Forkopimda. Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf juga terlihat hadir.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah KH Idris Hamid menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir. Menurutnya, banyaknya jumlah jamaah yang hadir di luar dugaan. Ia berharap sosok Kiai Hamid dapat menjadi teladan bagi jamaah.

Ia menyebut, haul itu digelar dengan dua tujuan penting. Pertama, sebagai sarana dakwah Islamiyah. “Mengisi kehidupan dengan amar ma’ruf nahi munkar,” ujarnya.

Kedua, untuk terus belajar atau mengaji. “Tentu kita semua mendapatkan hikmah yang luar biasa banyak atas bacaan-bacaan positif tadi,” tambahnya.

KH Said Aqil Siradj menegaskan jika Indonesia saat ini memiliki modal berupa kapital intelektual. Yang dimaksud yakni ulama-ulama muda yang diharapkan dapat memegang estafet perjuangan ulama terdahulu.

“Kiai Idris ini mendapat estafet dari Kiai Hamid untuk meneruskan perjuangan dan cita-citanya. Semoga kita semua mendapat barokah dan syafaat dari Rasulullah sallalluhu alaihi wasallam,” tuturnya.

Salah seorang jamaah asal Mojokerto, Nafisah mengaku berangkat sejak pagi hari agar bisa mengikuti haul tersebut. “Setelah salat Subuh saya berangkat naik bus, suami naik motor. Tahun kemarin juga seperti ini,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan Abdul Wahab, jamaah asal Malang. Ia bersyukur bisa kembali hadir dalam haul ulama karismatis itu. “Alhamdulillah, setiap tahun masih diberi kesempatan untuk hadir dalam haul Mbah Hamid,” tandasnya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/