alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ada Pengajian, PKL Diberi Toleransi Jualan di Jalan Cokro

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KANIGARAN – Sejak Selasa (6/11) Satpol PP Kota Probolinggo memberikan toleransi pada PKL untuk berjualan di Jalan Cokroaminoto. Puluhan PKL itu diperbolehkan berjualan di sana karena Selasa (6/11) malam digelar pengajian Dloul di daerah setempat.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, sebenarnya PKL dilarang berjualan di sepanjang trotoar dan bahu jalan. Bahkan, anggota sudah melakukan operasi. Terbukti, tak ada lagi PKL yang berjualan di Jalan Cokroaminoto.

Namun, Selasa pagi, banyak PKL berjualan di sana. Anggota yang sedang patroli pun langsung mendatangi lokasi. Dari sana diketahui, Selasa malam ada pengajian Dloul.

“Jadi, ada kegiatan yang sifatnya insidentil di sana. Karena itu, kami memberikan toleransi. Hanya saja tetap harus mempertimbangkan kebersihan dan ketertiban lalu lintas. Setelah acara, aturan akan ditegakkan seperti biasa,” terangnya.

Bu So, salah satu PKL menyebut, pengajian Dloul akan dilaksanakan setelah Isya. Dia pun memanfaatkan acara itu untuk berjualan.

“Saya berjualan cuma hari ini (Selasa malam, Red). Besok sudah tidak karena hari ini ada acara Dloul,” terang perempuan 55 tahun tersebut. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

KANIGARAN – Sejak Selasa (6/11) Satpol PP Kota Probolinggo memberikan toleransi pada PKL untuk berjualan di Jalan Cokroaminoto. Puluhan PKL itu diperbolehkan berjualan di sana karena Selasa (6/11) malam digelar pengajian Dloul di daerah setempat.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, sebenarnya PKL dilarang berjualan di sepanjang trotoar dan bahu jalan. Bahkan, anggota sudah melakukan operasi. Terbukti, tak ada lagi PKL yang berjualan di Jalan Cokroaminoto.

Namun, Selasa pagi, banyak PKL berjualan di sana. Anggota yang sedang patroli pun langsung mendatangi lokasi. Dari sana diketahui, Selasa malam ada pengajian Dloul.

Mobile_AP_Half Page

“Jadi, ada kegiatan yang sifatnya insidentil di sana. Karena itu, kami memberikan toleransi. Hanya saja tetap harus mempertimbangkan kebersihan dan ketertiban lalu lintas. Setelah acara, aturan akan ditegakkan seperti biasa,” terangnya.

Bu So, salah satu PKL menyebut, pengajian Dloul akan dilaksanakan setelah Isya. Dia pun memanfaatkan acara itu untuk berjualan.

“Saya berjualan cuma hari ini (Selasa malam, Red). Besok sudah tidak karena hari ini ada acara Dloul,” terang perempuan 55 tahun tersebut. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2