Wih, Retribusi Pajak Restoran Sudah Tembus Rp 14 Miliar

PASURUAN – Memasuki triwulan ketiga atau akhir September 2018, penerimaan pajak daerah dari pajak restoran sudah mencapai Rp 14,6 miliar. Jumlah ini 85,9 persen dari target yang ditetapkan Rp 17 miliar sampai akhir tahun ini.

Kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Pasuruan Mokhammad Syafi’i mengatakan, penerimaan pajak restoran sampai triwulan ketiga sudah cukup baik. Bahkan, mendekati akhir tahun yang kurang 3 bulan lagi persentasenya sudah mencapai 85,9 persen.

“Secara persentase sudah cukup bagus. Dari target Rp 17 miliar sudah terealisasi Rp 14,6 miliar. Persentasenya sudah di atas target triwulan ketiga hingga Rp 85,9 persen,” ujarnya.

Syafi’i mengatakan, tingginya penerimaan pajak restoran ini sangat berkaitan dengan kegiatan kuliner. Serta, tingginya masyarakat yang suka membeli makanan di luar rumah. Sehingga, penerimaaan pajak restoran cukup baik sampai triwulan ketiga ini.

Termasuk dengan menjamurnya usaha kuliner mulai dari depot, kafe, rumah makan, dan kegiatan liburan ke luar kota. Sehingga, membuat kegiatan kuliner meningkatkan penerimaan pajak restoran. “Pasuruan merupakan jalur strategis. Pengendara yang dari dan ke Surabaya-Malang, termasuk ke arah Banyuwangi banyak yang berhenti di rumah makan di Pasuruan untuk berkuliner,” ujarnya.

Kegiatan wisata dan bisnis yang membuat masyarakat bepergian juga ikut mendongkrak adanya usaha kuliner. Syafi’i mengaku optimistis, target pajak restoran ini bisa terlampaui. Ini karena juga akan terdongkrak dengan kegiatan akhir tahun. Baik liburan sekolah, liburan Natal, dan liburan akhir tahun. (eka/fun)