alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Gunung Perahu di Gempol Rawan Terbakar saat Kemarau

GEMPOL, Radar Bromo – Musim kemarau seperti sekarang, ancaman kebakaran hutan tak hanya terjadi di Gunung Welirang dan Arjuno saja. Lokasi lain seperti di Gunung Perahu, juga rawan terbakar. Di wilayah milik Perhutani KPH Ngoro yang berada di Desa Carat dan Watukosek, Kecamatan Gempol itu, bahkan sudah pernah terbakar.

Bahkan akhir pekan lalu, lahan seluas sekitar dua hektare mengalami kebakaran. Api sudah pernah membakar vegetasi berupa alang-alang, semak belukar serta sebagian pohon mente.

Namun kebakaran tak berlangsung lama hingga berhari-hari. Hanya dalam hitungan jam, api berhasil dipadamkan. Karena lokasinya terjangkau mobil damkar, yang didatangkan dari Pemkab Pasuruan.

“Wilayah Gunung Perahu, terutama di puncaknya rawan terjadi kebakaran di musim kemarau seperti sekarang ini,” ucap KRPH Ngoro Kasno.

Kebakaran di Gunung Perahu dengan ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan air laut, terjadi hampir tiap tahun di musim kemarau. Di tahun lalu, tercatat lebih dari tiga kali kejadian. Sedangkan tahun ini, baru terjadi pekan kemarin.

“Mudah-mudahan tak ada lagi kejadian serupa. Kalau dilihat di lokasi usai kejadian, rata-rata penyebab kebakaran karena ulah manusia. Yakni sepertinya sengaja dibakar,” tuturnya.

Agar kejadian kebakaran tak terulang kembali, rawan terjadi saat musim kemarau seperti sekarang, pihaknya melakukan sejumlah antisipasi. Diantaranya dengan patroli rutin serta pembuatan sekat bakar. (zal/fun)

GEMPOL, Radar Bromo – Musim kemarau seperti sekarang, ancaman kebakaran hutan tak hanya terjadi di Gunung Welirang dan Arjuno saja. Lokasi lain seperti di Gunung Perahu, juga rawan terbakar. Di wilayah milik Perhutani KPH Ngoro yang berada di Desa Carat dan Watukosek, Kecamatan Gempol itu, bahkan sudah pernah terbakar.

Bahkan akhir pekan lalu, lahan seluas sekitar dua hektare mengalami kebakaran. Api sudah pernah membakar vegetasi berupa alang-alang, semak belukar serta sebagian pohon mente.

Namun kebakaran tak berlangsung lama hingga berhari-hari. Hanya dalam hitungan jam, api berhasil dipadamkan. Karena lokasinya terjangkau mobil damkar, yang didatangkan dari Pemkab Pasuruan.

“Wilayah Gunung Perahu, terutama di puncaknya rawan terjadi kebakaran di musim kemarau seperti sekarang ini,” ucap KRPH Ngoro Kasno.

Kebakaran di Gunung Perahu dengan ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan air laut, terjadi hampir tiap tahun di musim kemarau. Di tahun lalu, tercatat lebih dari tiga kali kejadian. Sedangkan tahun ini, baru terjadi pekan kemarin.

“Mudah-mudahan tak ada lagi kejadian serupa. Kalau dilihat di lokasi usai kejadian, rata-rata penyebab kebakaran karena ulah manusia. Yakni sepertinya sengaja dibakar,” tuturnya.

Agar kejadian kebakaran tak terulang kembali, rawan terjadi saat musim kemarau seperti sekarang, pihaknya melakukan sejumlah antisipasi. Diantaranya dengan patroli rutin serta pembuatan sekat bakar. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/