alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Warga Wadul Dewan, Ada Pabrik di Beji Buang Limbah di Sungai

BANGIL, Radar Bromo – Pencemaran sungai dan anak sungai DAS Wrati terus dikeluhkan. Kali ini warga mendapati salah satu perusahaan di Wonokoyo, Beji, yang membuang limbahnya ke sungai setempat.

Ulah pihak perusahaan ini pun membuat gerah. Warga kemudian mengadukan ke Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Tujuannya, agar dewan bertindak.

“Kami berharap agar ada tindak lanjut dari dewan atas aksi pembuangan limbah yang masih saja berlangsung,” kata Henry Sulfianto, koordinator DAS Sungai Wrati.

Ia mengaku, warga sudah mengambil sampel. Bahkan, sampel limbah salah satu perusahaan itu sudah ditunjukkan ke dewan. Limbah bau menyengat itulah yang membuat warga Cangkringmalang, Gununggangsir, dan Kedungringin tak nyaman. “Baunya busuk,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiharto yang juga pemerhati lingkungan berharap, komisi III melakukan langkah-langkah dalam menyikapi persoalan limbah. Salah satunya dengan meminta hasil uji lab yang dilakukan pihak DLH Kabupaten Pasuruan.

Serta, membandingkannya dengan uji lab independen. “Pemantauan dan laporan terkait pengawasan limbah yang dilakukan DLH juga harus dimiliki sebagai acuan,” tambahnya.

Ia memandang, pembuangan limbah merupakan pelanggaran HAM berat. Karena bisa membunuh ekosistem yang ada. Termasuk manusia, meski dengan jangka waktu tak langsung.

“Berapa banyak orang yang mati gara-gara memakan padi yang terpapar limbah. Belum lagi pemakan ikannya dan lainnya. Jadi hal ini terbilang pelanggaran berat,” jelasnya.

Ia juga mendesak agar Komisi III melibatkan penegak hukum ketika menjalankan sidak. Supaya, ada penindakan hukum bagi perusahaan yang kedapatan melakukan pelanggaran. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pencemaran sungai dan anak sungai DAS Wrati terus dikeluhkan. Kali ini warga mendapati salah satu perusahaan di Wonokoyo, Beji, yang membuang limbahnya ke sungai setempat.

Ulah pihak perusahaan ini pun membuat gerah. Warga kemudian mengadukan ke Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Tujuannya, agar dewan bertindak.

“Kami berharap agar ada tindak lanjut dari dewan atas aksi pembuangan limbah yang masih saja berlangsung,” kata Henry Sulfianto, koordinator DAS Sungai Wrati.

Ia mengaku, warga sudah mengambil sampel. Bahkan, sampel limbah salah satu perusahaan itu sudah ditunjukkan ke dewan. Limbah bau menyengat itulah yang membuat warga Cangkringmalang, Gununggangsir, dan Kedungringin tak nyaman. “Baunya busuk,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiharto yang juga pemerhati lingkungan berharap, komisi III melakukan langkah-langkah dalam menyikapi persoalan limbah. Salah satunya dengan meminta hasil uji lab yang dilakukan pihak DLH Kabupaten Pasuruan.

Serta, membandingkannya dengan uji lab independen. “Pemantauan dan laporan terkait pengawasan limbah yang dilakukan DLH juga harus dimiliki sebagai acuan,” tambahnya.

Ia memandang, pembuangan limbah merupakan pelanggaran HAM berat. Karena bisa membunuh ekosistem yang ada. Termasuk manusia, meski dengan jangka waktu tak langsung.

“Berapa banyak orang yang mati gara-gara memakan padi yang terpapar limbah. Belum lagi pemakan ikannya dan lainnya. Jadi hal ini terbilang pelanggaran berat,” jelasnya.

Ia juga mendesak agar Komisi III melibatkan penegak hukum ketika menjalankan sidak. Supaya, ada penindakan hukum bagi perusahaan yang kedapatan melakukan pelanggaran. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/