Produksi Garam Lampaui Target, Capaiannya Segini

SIAP PRODUKSI: Seorang petani garam di Kabupaten Pasuruan mengisi tambaknya untuk memulai produksi garam. Tahun ini produksi garam di Kabupaten Pasuruan telah melampau target. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Memasuki awal November 2018, produksi garam di Kabupaten Pasuruan sudah melampaui target. sampai akhir Oktober lalu, hasil produksi garam sudah mencapai 17.218 ton. Jumlah ini melampaui target dari yang ditetapkan 15.250 ton garam.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, musim kemarau atau musim garam tahun ini cukup bagus. Meski belum memasuki musim hujan, realisasi produksi garam sudah cukup tinggi. “Untuk bulan ini prediksi memang sudah mulai masuk musim hujan. Namun, selama di Kabupaten Pasuruan belum hujan, petambak garam tetap produksi,” ujarnya.

Karenanya, jumlah garam yang telah mencapai 17.218 ton, diprediksi akan terus bertambah. Bahkan, jika musim hujan baru turun para pertengahan bulan ini, hasil garam bisa mencapai 19.000 ton.

Slamet menjelaskan, dibanding tahun sebelumnya, hasil produksi garam tahun ini lebih maksimal. Tahun 2017 hasil produksi garam mencapai 14.515 ton dengan durasi panen garam sekitar 5 bulan. “Sedangkan tahun ini kemarau lebih panjang. Panasnya juga tinggi sampai 35 derajat dan kering,” ujarnya.

Karenanya, dengan durasi produksi garam yang mencapai 6 bulan lebih, tidak menutup kemungkinan produksi garam tahun ini bisa lebih tinggi lagi. Selain itu, meski hasil melimpah, harga garam masih cukup stabil di angka Rp 1.000 per kilogram. Angka ini sudah cukup bagus karena tidak sampai anjlok hingga Rp 300 sampai Rp 400 per kilogram seperti tahun-tahun sebelumnya. (eka/fun)